• Sabtu, 20 Agustus 2022

Kemnaker Dan JICA, Perkuat Kerja Sama Penempatan Dan Pelindungan PMI

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 00:26 WIB
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi (kiri) saat menerima Presiden Japan International Cooperation Agency (JICA) Kenichi Shishido (kanan).
Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi (kiri) saat menerima Presiden Japan International Cooperation Agency (JICA) Kenichi Shishido (kanan).
 
SUARAKARYA.ID: Dalam rangka memperkuat kerja sama antara Kemnaker dan JICA di bidang ketenagakerjaan, khususnya terkait penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), keduanya melakukan pertemuan. 
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Sekjen Kemnaker) Anwar Sanusi menerima Courtesy Call Wakil Presiden Japan International Cooperation Agency (JICA), Kenichi Shishido di Jakarta, Kamis (23/6/2022).
 
"Melalui pertemuan ini, saya berharap Kementerian Ketenagakerjaan dan JICA dapat memperkuat kerja sama, dan kolaborasi kita untuk memulihkan kondisi di bidang ketenagakerjaan," tutur Sekjen Anwar.
 
 
Dia mengatakan, kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang, khususnya di bidang penempatan dan pelindungan PMI ke Jepang. Dilakukan dalam 2 skema yang diatur dalam 2 dokumen kerja sama. 
 
Yaitu Skema Indonesia-Japan Economics Partnership Agreement (IJEPA) dan Skema Specified Skilled Workers (SSW) berdasarkan Memorandum of Cooperation (MoC) Indonesia – Jepang.
 
Selain itu, lanjutnya, skema MoC SSW juga menetapkan bahwa proses penempatan PMI pada SSW dilakukan dengan skema PMI Individual. Meski demikian, Pemerintah Indonesia mengusulkan amandemen MoC, untuk menambahkan program Private-to-Private (P2P) sebagai skema baru. 
 
 
Adapun beberapa pertimbangan Pemerintah Indonesia dalam mengusulkan evaluasi MoC SSW, dan penambahan skema penempatan P-to-P. Antara lain karena permintaan dari pihak swasta Jepang (Accepting Organization dan agen perekrutan Jepang), untuk melibatkan pihak swasta Indonesia dalam proses penempatan PMI SSW.
 
"Kemudian karena adanya oknum yang tidak bertanggung jawab, yang melakukan proses penempatan PMI dari SSW dan memungut uang dalam jumlah besar dari PMI," ujarnya. 
 
Pertimbangan lainnya, imbuhnya, juga karena jumlah penempatan PMI SSW kurang masif. Dan, pendatang baru PMI yang ke Jepang tidak melalui fasilitasi sistem Informasi Pasar Kerja on Line (IPK-OL). 
 
 
Pada kesempatan itu Sekjen Anwar juga menyampaikan, Pemerintah Indonesia ingin memperluas bidang kerja sama di bidang pariwisata. Khususnya, dalam bantuan keperluan event internasional, dan meningkatkan penempatan tenaga terampil Indonesia di beberapa sektor.
 
"Pemerintah Indonesia juga ingin melakukan benchmarking, sekaligus pertukaran informasi. Guna memutuskan pemberi kerja yang memenuhi syarat di Jepang. Untuk disetujui pada aplikasi resmi lowongan pasar tenaga kerja bagi warga negara Indonesia," ungkapnya.***

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

X