• Selasa, 9 Agustus 2022

Seminar Ekonomi Kurban Pasca Pandemi,  Idul Adha Menjadi Momen Bangkitkan Eksistensi Peternak Kecil Di Daerah

- Rabu, 22 Juni 2022 | 05:40 WIB
Seminar Ekonomi Kurban Pasca Pendemi digelar Baznas RI dan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia di kampung UI Depok, Selasa (21/6/2022).ia
Seminar Ekonomi Kurban Pasca Pendemi digelar Baznas RI dan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia di kampung UI Depok, Selasa (21/6/2022).ia

 

 



SUARAKARYA.ID: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia mendorong kebangkitan ekonomi umat pada momentum Idul Adha 1443 H ini.

Menurut Kepala PBES UI Rahmatina A Kasri potensi ekonomi  pada momentum kurban 1443 ini mencapai Rp70 an triliun.

Kondisi perekonomian peternak mustahik yang terpuruk setelah dihantam pandemi, membuat perayaan Idul Adha jadi salah satu pemicu kebangkitan.

 Apalagi pada kurban tahun ini Pemerintah telah memberi kelonggaran terhadap berbagai aktivitas, termasuk jual beli ternak, yang tetap menjalankan protokol kesehatan ketat.

Pemberdayaan peternak mustahik yang dijalankan Baznas selama ini akan mencapai puncaknya pada momentum Idul Adha. 

Selain pemberdayaan peternak mustahik, Baznas juga terus mengupayakan agar daging kurban yang disembelih di wilayah perkotaan, dapat dinikmati masyarakat di daerah pedesaan, pesisir, bahkan di daerah perbatasan.

Hal itu diucapkan Deputi l Bidang Pengumpulan Baznas RI, M Arifin Purwakananta, dalam sambutannya di acara seminar yang berjudul “Ekonomi Kurban Pasca Pandemi”, di Ruang Auditorium Soeriaatmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/6/2022).

"Gagasan pertama yang kita lakukan adalah bagaimana agar daging kurban dari kota dapat dinikmati oleh saudara-saudara kita yang berada di desa-desa. Itulah yang digaungkan Baznas dalam setiap momentum kurban," kata Arifin.

Selain itu, Arifin menambahkan, idealnya masyarakat yang berkurban dapat memberdayakan keluarga peternak kecil, sehingga kurban menjadi sarana untuk meningkatkan peternakan milik masyarakat.

Arifin juga mengatakan, Baznas juga turut mendorong modernisasi dalam berkurban, yakni dengan menggencarkan Kurban Online Baznas yang telah digaungkan sejak 2016 lalu.

Di masa pandemi, Kurban Online Baznas sangat relevan untuk diterapkan karena menunaikan ibadah kurban di Baznas dapat dilakukan dengan mudah dan nyaman tanpa harus keluar rumah, sehingga masyarakat tak harus saling bertemu untuk menghindari penularan Covid-19.

Dengan telepon genggam atau perangkat komputer, masyarakat sudah bisa berkurban dan dapat dilakukan di mana saja, dengan mengakses baznas.go.id/kurban , dan mengikuti petunjuk yang tersedia dengan mudah.

Baznas turut menjamin keamanan hewan kurban di seluruh Balai Ternak Baznas dari  penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah mewabah. Baznas menerapkan pendampingan ketat serta langkah pencegahan penularan penyakit di seluruh balai ternak binaan.

Berbagai langkah itu di antaranya membatasi keluar masuknya ternak maupun orang ke lokasi Balai Ternak Baznas dan kandang peternak rakyat; melakukan penyemprotan kandang, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kerja dengan desinfektan yang efektif; memberikan pakan dan obat vitamin sehingga meningkatkan imunitas ternak; melakukan koordinasi dengan dinas setempat untuk mencegah timbulnya wabah.

"Selain itu Baznas juga rutin melakukan edukasi pencegahan PMK kepada peternak mustahik, sehingga peternak dapat melakukan pencegahan dini dan tidak panic selling," katanya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Deputi ll Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas RI, M Imdadun Rahmat, menjelaskan dari hasil pengukuran Indeks Kesejahteraan Baznas pada predikat Baik. Hal itu menunjukkan pemberdayaan peternak mustahik memberikan dampak yang baik bagi kesejahteraan material, spiritual, kualitas pembangunan manusia dan kemandirian peternak mustahik.

"Kemudian pada indikator kemiskinan, proporsi mustahik yang berhasil dientaskan dari standar kemiskinan BPS menunjukkan hasil yang semakin baik dari tahun 2019-2021. Pada pengukuran terbaru di tahun 2021, program pemberdayaan peternak mustahik Baznas dapat mengentaskan sebanyak 81% populasi peternak mustahik dari garis kemiskinan," ucap Imdadun.

"Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa sebagai salah satu program utama dalam hal pemberdayaan peternak mustahik, program kurban yang diselenggarakan oleh Baznas dapat mendukung peningkatan kesejahteraan mustahik dan pengentasan kemiskinan di lingkungan peternak mustahik," tuturnya.

Imdadun menyebutkan, kurban memiliki makna sosial karena disyariatkan oleh Allah sebagai mekanisme berbagi, berderma, dan menebar manfaat dari individu kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menebar manfaat kurban menjadi tujuan Baznas. Dalam memfasilitasi mudhohi untuk menebar kebaikan, Baznas RI terus memaksimalkan pendistribusian daging kurban ke berbagai tempat di pelosok Indonesia, bahkan luar negeri.

"Baznas memiliki berbagai program dalam momentum kurban, seperti Kurban Kemasan, Tebar Kurban BPKH, Kurban Korporasi, dan Kurban Mandiri. Namun, semuanya memiliki muara yang sama, yakni agar kebaikannya dapat dimanfaatkan umat di mana pun berada," ucap Imdadun.
<span;> Pembicara lain adalah Direktur  Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian  Pertanian Agung Suganda dan Kepala PEBS UI Rahmatina A Kasri.

Agung Suganda mengatakan, sejumlah daerah di Indonesia mengalami devisit hewan kurban.

"Tetapi secara nasional kebutuhan hewan kurban mengalami surplus  400.000 an," kata Agung.***

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Digelar Lomba Kicau Burung Pra Piala Gubernur DKI

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 06:53 WIB

Diluncurkan Rumah Sehat Untuk Masyarakat Jakarta

Rabu, 3 Agustus 2022 | 14:14 WIB
X