• Minggu, 3 Juli 2022

Libatkan Seniman Tradisional, Kemnaker Sosialisasikan UU PPMI

- Selasa, 21 Juni 2022 | 05:25 WIB
Libatkan kesenian tradisional, Kemnaker sosialisasilan UU PPMI.
Libatkan kesenian tradisional, Kemnaker sosialisasilan UU PPMI.
 
SUARAKARYA.ID: Libatkan seniman tradisional, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mensosialisasikan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) bertajuk 'Jangan Berangkat Sebelum Siap'. 
 
Ribuan warga berbondong-bondong menyaksikan Pentas Ludruk dan Karnaval Gergeran dengan lakon "Pendekar Tali Jagad" di lapangan Monumen Bantarangin, Desa Tengah, Kauman, Ponorogo, Jawa Timur,  Minggu (19/6/2022) malam. 
 
Selama 4 jam, ribuan warga antusias  menonton Kirun, Kartolo dan pelaku kesenian se-Mataraman yang melakukan sosialisasi Undang-Undang  tersebut. 
 
 
Pada kesempatan itu, Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi mengaku, senang melihat antusiasme warga dan terhibur dengan Sosialisasi UU PPMI melalui media kesenian tradisional Ludruk, yang sempat dua tahun terhenti akibat Covid-19. Ponorogo menjadi lokasi sosialisasi karena daerah yang terkenal dengan kesenian reog dan warok itu merupakan salah satu kantong PMI di Jawa Timur. 
 
"Sungguh surprise melihat masyarakat di Ponorogo dan sekitarnya mengikuti sosialisasi UU PPMI yang dikemas melalui media Ludruk ini," kata Sekjen Anwar, usai menyaksikan pertunjukan itu. 
 
Dikemukakannya, pemerintah (Kemnaker) tak tinggal diam untuk terus melakukan sosialisasi UU PPMI. Dengan memfasilitasi perlindungan PPMI melalui kemasan kesenian tradisional, yang dicintai masyarakat Jawa Timur yakni ludruk. 
 
 
"Kemasan melalui ludruk ini agar bapak ibu warga di Ponorogo ini menerima informasi dengan baik, dan terkesan di ingatan bapak ibu sekalian," ujarnya. 
 
Sekjen Anwar minta seluruh masyarakat yang berniat untuk bekerja ke luar negeri, khususnya di Ponorogo, jangan mudah tergiur dengan iming-iming uang saku dan gaji besar. Masyarakat hendaknya memastikan, proses  penempatan dilakukan perusahaan yang telah memiliki izin dari Pemerintah dan dilakukan sesuai dengan prosedur. 
 
“Untuk melihat izin perusahaan, dapat dilihat pada aplikasi jendela PMI di android, atau dapat bertanya kepada Dinas Ketenagakerjaan di Kabupaten/Kota atau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA)," terang Sekjen
 
 
Seniman Kirun memberikan apresiasi kepada Pemerintah, terutama Kemnaker yang telah mengajak atau melibatkan seniman tradisonal, untuk berpartisipasi melakukan sosialisasi UU PPMI. Dia meyakini melalui media Ludruk, pesan yang disampaikan pemerintah akan lebih mencapai titik sasaran kepada masyarakat. 
 
"Kami senang sosialisasi melalui ludruk ini efektif sekali. Kalau yang pidato pejabat, kadang-kadang program yang disampaikan tidak didengarkan. Tapi, kalau lewat seni tradisional seperti ini cepat ditangkap," tutur Kirun. 
 
Dia berharap, masyarakat Ponorogo yang ingin jadi PMI, bersikap hati-hati. Tidak mudah terbujuk iming-iming, tertipu dan lainnya. 
 
 
Setelah di Ponorogo, sosialisasi UU PPMI melalui media kesenian tradisional ludruk ini, rencananya akan dilanjutkan di Kabupaten Blitar, Tulungagung, serta Malang.***
 
 

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

Ezkia Barokah Abadi Antar Umroh Tanpa Ribet

Kamis, 30 Juni 2022 | 16:29 WIB
X