• Minggu, 2 Oktober 2022

Menteri Johnny: Kominfo Ajak Semua Pihak Jaga Ruang Digital

- Sabtu, 11 Juni 2022 | 08:17 WIB
Menteri Kominfo Johnny G. Plate (tengah), Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Muhammad Arif (kanan); Chair of B20 Summit, Shinta Widjaja Kamdani (kiri), dalam acara Indonesia Digital Outlook 2022: Encouraging the Acceleration of Sustainable Digital Transformation, di Jakarta.
Menteri Kominfo Johnny G. Plate (tengah), Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Muhammad Arif (kanan); Chair of B20 Summit, Shinta Widjaja Kamdani (kiri), dalam acara Indonesia Digital Outlook 2022: Encouraging the Acceleration of Sustainable Digital Transformation, di Jakarta.

“Kali ini sudah ada di Kominfo, untuk melihat Quality of Service (QoS) dan Quality of Experience (QoE) di seluruh wilayah tanah air kita. Tidak ada yang bisa bohong, saya tidak bisa dibohongi. Sudah ada internetnya ada atau tidak di wilayah itu, saya tinggal pencet saja terlihat apakah tersedia atau tidak layanan 2G, 3G, 4G maupun 5G,” ungkapnya.

Menteri Johnny menyatakan, untuk memantau infrastruktur digital baik fiber optic, microwave link,Base Transceiver Station (BTS) maupun layanan akses internet dari satelit, Kementerian Kominfo dapat memonitor melalui surveillance system BLU BAKTI Kominfo.

Surveillance system BLU BAKTI Kominfo juga sudah beroperasi penuh untuk melakukan surveillance atas backbone jaringan fiber optic di darat dan di laut, monitoring akses internet atau penggunaan satelit di mana saja akses internet disediakan,” jelasnya.

Bahkan, Kementerian Kominfo menyiapkan cyber drone yang sudah lebih advance untuk menjaga dan memberikan layanan ruang digital agar tetap baik. 

“Saya memberikan tindakan-tindakan yang tegas terhadap semua kegiatan ilegal di bidang apa saja, secara khusus yang berkaitan dengan narkotika, apalagi pornografi pada anak, kami takedown, dan sudah ada jutaan akun-akun yang diblokir. Tiada henti-hentinya baik alphabet maupun numerical,” tandas Menkominfo.

Menteri Johnny menegaskan pihaknya menghormati hak asasi manusia, freedom of speech dan berserikat, dengan cara menjaga ruang digital yang bersih dan sehat.

“Karena kita sesama manusia, maka harus saling menjaga kebebasan yang lainnya. Jadi bukan tanpa batas, batasannya adalah kebebasan pihak yang lain. Kita menjaga human rights, freedom of speech, demokrasi, dijaga dengan baik dengan melakukan pengendalian ruang digital yang baik,” tandasnya.

Meski setiap negara mempunyai aturan dan perundang-undangan yang berbeda-beda, Menkominfo meminta kepada global technology company untuk mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia.

Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi harus selalu dilakukan untuk menjaga ruang digital juga tetap sehat.

“Karena yang melanggar aturan dan undang-undang di Indonesia belum tentu melanggar aturan dan undang-undang di negara lain. Teknologi yang seharusnya bisa mengatur, belum belum mau barangkali. Saya enggak tahu apa alasan, tetapi secara teknologi harusnya regional coverage itu bisa diatur,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UU PPRT, Landasan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 00:58 WIB
X