• Rabu, 17 Agustus 2022

Dikunjungi Pimpinan TNI AD, Umat Hindu: Kami Dapat Pencerahan Dari Kasad Dudung Abdurahman

- Jumat, 10 Juni 2022 | 17:01 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurahman, bersama Aster Kasad dan Kadisbintalad berkunjung ke Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (9/6/2022).  (Ist)
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurahman, bersama Aster Kasad dan Kadisbintalad berkunjung ke Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (9/6/2022). (Ist)


SUARAKARYA.ID: Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurahman, bersama Aster Kasad dan Kadisbintalad berkunjung ke Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (9/6/2022). Kehadiran Kasad disambut Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya.

“Kunjungan Kasad merupakan kehormatan bagi umat Hindu yang selama ini sangat jarang mendapat kunjungan Pimpinan TNI AD. Kami mengharapkan pencerahan dari Jenderal Dudung untuk umat Hindu," kata Wisnu Bawa Tenaya, didampingi sejumlah tokoh dan pemimpin umat Hindu seperti Ida Pedanda Bang Buruan Manuaba dan wakilnya, serta Ida Rsi Agung Wayahan Suta Dharma Jaya Giri, anggota Sibha Pandita.

Dalam sambutannya, Jenderal Dudung Abdurahman menyampaikan, TNI AD tidak menolerir segala kekeliruan yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan. "Ini yang perlu dijaga umat Hindu dengan bahu membahu bersama umat lainnya untuk menjaga keharmonisan, kedamaian, ketenteraman dan keselamatan, serta menjaga generasi ke depan," kata Jenderal Dudung.

Selanjutnya Kasad mengungkapkan perkembangan situasi saat ini terutama di era globalisasi, media sosial (medsos), sangat kental sekali dengan perubahan-perubahan zaman. Ia mengilustrasikan bila terjadi konflik komunalistik di suatu negara, itu dikarenakan secara umum perang terbuka antar negara sangat jarang atau kecil kemungkinan terjadi.

Apalagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan sangat rentan terjadi konflik komunal antar anak bangsa. Media sosial jika tidak diwaspadai, dapat dengan mudah mengubah pola pikir bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman.

"Negara ini dibentuk karena perbedaan dan keberagaman hingga lahirlah Pancasila yang merupakan kekuatan negara Indonesia. Karenanya jangan sampai Pancasila dikoyak-koyak pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin mengganggu persatuan dan kesatuan. Pancasila membuat rakyat Indonesia bersatu dan tetap kuat dari terpaan berbagai macam cobaan dan gangguan,” papar Jenderal Dudung.

Pada akhir sambutannya, Kasad membuka diri kepada umat Hindu untuk menyampaikan kepadanya bila ada hal-hal yang sekiranya dapat menganggu persatuan dan kesatuan. TNI AD selalu berada di tengah-tengah kesulitan masyarakat. Apa pun kesulitan itu dan harus menjadi solusi. ***

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

X