• Minggu, 14 Agustus 2022

Empat Kemajuan Ketenagakerjaan Indonesia, Yang Diungkapkan Menaker Di ILO

- Jumat, 10 Juni 2022 | 16:39 WIB
Menaker Ida Fauziyah.
Menaker Ida Fauziyah.
 
SUARAKARYA.ID: Ada empat  kemajuan Indonesia di bidang ketenagakerjaan, yang diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, saat Pidato Nasional sesi Plenary (Sidang Pleno) Konferensi Ketenagakerjaan Internasional (International Labour Conference/ ILC) ke-110 di Jenewa, Swiss, Kamis (9/6/2022) waktu setempat.
 
Dia mengemukakan, empat kemajuan bidang ketenagakerjaan ini dapat dijadikan referensi, bagi anggota ILO untuk memajukan ketenagakerjaannya. Adapun, empat kemajuan itu ialah, 
 
Pertama, memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan bidang ketenagakerjaan. Khususnya, berkaitan dengan program dan kebijakan ketenagakerjaan. 
 
Indonesia telah secara aktif melibatkan sektor swasta dan Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB), serta akademisi dalam transformasi lembaga pelatihan kerja.
 
 
“Kami telah meningkatkan kebijakan ketenagakerjaan melalui kolaborasi multi-stakeholder dan mengubah pusat pelatihan ketenagakerjaan menjadi pusat kompetensi dan produktivitas,” jelas Menaker
 
Kedua, Menaker menyatakan, Indonesia baru saja memberlakukan undang-undang baru, tentang pelindungan pekerja migran, yang memberikan koridor bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Untuk migrasi yang aman, tertib, serta teratur.
 
Ketiga, pihaknya terus mendorong dialog sosial sebagai instrumen pembangunan hubungan industrial yang kondusif di Indonesia. Dikatakannya, dalam memupuk dialog sosial di masing-masing negara anggota ILO, mekanisme dan bentuk dialog sosial nasional harus dikembangkan, berdasarkan keadaan nasional yang berbeda.
 
 
Indonesia telah menunjukkan komitmennya, mempromosikan dialog sosial berdasarkan penghormatan terhadap kebebasan berserikat, serta pengakuan efektif atas hak untuk melakukan perundingan bersama,” tuturnya. 
 
Terakhir, selain penciptaan lapangan kerja dan perluasan kesempatan kerja, Menaker menyatakan, kewirausahaan dan koperasi adalah salah satu cara efektif, untuk membangun tatanan  perekonomian dan solidaritas nasional, serta mampu bertahan saat krisis.
 
Menaker menyatakan, pengembangan sistem dan tata kelola koperasi dan kewirausahaan berkontribusi, pada upaya mempromosikan masa depan pekerjaan yang layak. Yang berpusat pada manusia yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
 
 
“Kami terus memperkuat peran kewirausahaan dan koperasi dalam pembangunan nasional, serta menggalang kontribusi mereka dalam mengakhiri krisis,” ujarnya.***
 
 
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Terkini

X