• Sabtu, 20 Agustus 2022

Indonesia Dan Kanada  Perkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan

- Kamis, 9 Juni 2022 | 20:11 WIB
 Menaker Ida Fauziyah (kanan) dan Menteri Tenaga Kerja Kanada, Seamus O’Regan (kiri).
Menaker Ida Fauziyah (kanan) dan Menteri Tenaga Kerja Kanada, Seamus O’Regan (kiri).
 
SUARAKARYA.ID: Dalam rangka memperkuat kerja sama antar dua negara di bidang ketenagakerjaan. Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, pada awal kunjungan kerjanya ke Swiss, melakukan Pertemuan Bilateral dengan Menteri Tenaga Kerja Kanada Seamus O’Regan. 
 
Menaker mengatakan, selama ini Indonesia dan Kanada memiliki hubungan erat dalam berbagai bidang. Di antaranya melalui kerangka Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC), G20, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
 
Indonesia dan Kanada juga memiliki hubungan kerja sama melalui forum Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Yaitu, forum yang dibuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan investasi, termasuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat kedua negara.
 
 
“Indonesia berharap forum ICA-CEPA dapat menjadi wadah bagi kedua negara untuk bertukar pikiran, berdiskusi dan mendalami isu-isu perdagangan. Yang menguntungkan kedua pihak, dan  dapat mendukung peningkatan sektor ketenagakerjaan,” terang  Menaker, di Jenewa, Swiss, Rabu (8/6/2022) waktu setempat.
 
Dalam pertemuan iru, dia menyampaikan, pada  ICA-CEPA sebelumnya, Pemerintah Kanada telah mengusulkan untuk membentuk Working Group on Labour (Kelompok Kerja Ketenagakerjaan). Yang difungsikan untuk membahas isu-isu ketenagakerjaan dalam forum ICA-CEPA. 
 
Namun, ujar Menaket, pembahasan isu ketenagakerjaan hendaknya tetap dimasukkan sebagai bagian dari Economic and Technical Cooperation Working Group, mengingat isu ketenagakerjaan erat kaitannya dengan isu ekonomi lintas instansi lainnya.
 
 
“Salah satu usulan kegiatannya adalah dengan membentuk forum diskusi reguler atau tahunan. Untuk pertukaran pandangan dan kepentingan masing-masing negara," kata Menaker
 
Untuk mencari solusi bersama, imbuhnya, dan tidak ada komitmen lebih lanjut maupun ke arah negosiasi. 
 
Menaker Ida menambahkan, selama ini Indonesia memiliki beberapa kerja sama dengan sejumlah negara di bidang ketenagakerjaan. Untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi di bidang transformasi digital, jaminan sosial, informasi pasar tenaga kerja, pelatihan dan produktivitas, serta pengawasan ketenagakerjaan dan K3. 
 
Dia berharap, pertemuan ini juga menjadi awal penguatan kerja sama, bidang ketenagakerjaan antar kedua negara.
 
 
“Saya berharap Indonesia dapat memperluas kerja samanya dengan Kanada. Dalam hal peningkatan capacity building, khususnya di bidang ketenagakerjaan,” katanya.
 
Pada kesempatan itu, Menaker  juga berharap dukungan Pemerintah Kanada terkait pelaksanaan pertemuan ketiga Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan (The 3rd Employment Working Group/EWG Meeting) G20. Khususnya, terkait penyusunan konsep Deklarasi Menteri Perburuhan dan Ketenagakerjaan negara-negara G20.
 
“Saya dengan senang hati menyambut baik pandangan dan wawasan berharga Bapak Menteri. Untuk mendukung kami dalam menyusun Deklarasi Menteri Perburuhan dan Ketenagakerjaan G20. Dan, untuk saling bekerja sama dalam pemulihan ekonomi global melalui sektor ketenagakerjaan,” ungkapnya.***
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Terkini

X