• Rabu, 7 Desember 2022

Formula E Diklim Sukses, Pengamat Sebut Saatnya Menunggu Hasil Pemeriksaan KPK

- Selasa, 7 Juni 2022 | 11:30 WIB
Masyarakat menunggu pemeriksaan KPK terhadap anggaran  penyelenggaraan Formula E Jakarta- Prix 2022
Masyarakat menunggu pemeriksaan KPK terhadap anggaran penyelenggaraan Formula E Jakarta- Prix 2022





SUARAKARYA.ID:Event  akbar balapan mobil listrik Formula E-Prix  telah selesai, acara pun  diklaim suskes.

Namun demikian, ada beberapa persoalan yang belum selesai, yakni soal interpelasi anggota DPRD DKI yang sempat tertunda dan hasil pemeriksaan KPK yang ditunggu masyarakat luas.

Sebab, hajatan olahraga itu menggunakan dana APBD Pemprov DKI Jakarta,  sehingga harus ada audit dan pemeriksaan.

Demikian dikatakan Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto dalam keterangannya yang diterima Suarakarya.Id.

Menurut Sugiyanto, yang juga Ketua Koalisi Masyarakat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) itu,  pemeriksaan KPK terkait penggunaan anggaran untuk terlaksananya kegiatan Formula E harus dihormati oleh siapapun. Oleh karenanya KPK pun harus terus bergerak.

“Jadi kita nggak boleh bias, harus seimbang. Jangan Formula-E maunya sukses tapi proses pemeriksaan KPK tutup mata, ini nggak boleh, nggak bener. Dan KPK harus bergerak,” kata Sugiyanto yang akrab disapa SGY itu.

Pria berkaca mata  ini menambahkan, soal Formula E menjadi pelajaran buat pemerintah daerah khususnya Pemprov DKI.

“Dalam membuat event internasional, harus berhati-hati, dihitung secara matang. Studi kelayakannya dibuat secara detail, termasuk dalam perjanjian,”tuturnya.

Dia  menambahkan, dengan adanya perjanjian internasional bisa berujung pada gugatan .

“Kalau gagal dan bermasalah, digugat di Arbitrase dan sekali kita kalah maka akan membuat catatan buruk bagi negara, bukan cuma Pemprov DKI,” ucapnya.

Dia juga meminta KPK melanjutkan penyelidikan kasus Formula E yang telah dilaporkan ke lembaga antirasuah tersebut.

“Formula E kan sudah selesai, berarti duit negara Rp560 M sudah dipakai. Kalau dibagi selama 3 tahun, yaitu 2022-2024, berarti 1 kali kegiatan ini Rp186, 6 M. Apakah kegiatan ini kerugian negara terbukti atau tidak,” tuturnya.

Dilain pihak Sugiyanto, mengingatkan pernyataan Wakil Ketua KPK bahwa duit negara untuk perhelatan Formula E tidak bisa digunakan untuk bisnis.

“Nanti itu bisa didalami. Ini jadi titik terang buat KPK, untuk memeriksa secara konkret tentang kerugian negara. Ini harapannya,” ucapnya lagi.

Dikatakannya, pihaknya sepakat bahwa kegiatan Formula E harus didukung siapa pun, tapi penyelesaian masalah di dalam penyelenggaraannya juga harus didukung.

“Dan ini jadi titik terang untuk KPK dalam menyelesaikan kasus Formula E. Jika tidak terbukti kerugian negara maka bisa close kasusnya,” ucapnya. ***

Editor: Markon Piliang

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelang Natal Harga Bahan Pangan di Jakarta Terkendali

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:59 WIB

Mendadak, Sekda DKI Marullah Dicopot

Jumat, 2 Desember 2022 | 19:46 WIB
X