• Sabtu, 13 Agustus 2022

Gudang Pengoplosan Gas Elpiji Meresahkan Masyarakat Cileungsi, Polisi Diminta Segera Bertindak

- Senin, 6 Juni 2022 | 13:42 WIB
Lokasi pengoplosan  Gas Elpiji di malam hari di Cilengsi, Kabupaten Bogor.
Lokasi pengoplosan Gas Elpiji di malam hari di Cilengsi, Kabupaten Bogor.



SUARAKARYA.ID: Praktik dugaan pengoplosan gas elpiji 3 kg masih terus terjadi.

Pengoplosan gas elpiji tersebut terjadi di Tanah Garapan, tak jauh dari Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dari pantauan wartawan di lokasi pengoplosan gas elpiji 3 kg ke tabung ukuran 12 kg di lokasi pada Minggu dini hari (5/6/2022), puluhan kendaraan truk yang membawa gas 3 kg memasuki kawasan yang sepi penduduk tersebut.

 Para pelaku pun terpantau melakukan aksinya dalam gudang yang dipagari dengan seng.

"Mereka itu mulai beraksi (mengoplos) mulai tengah malam. Awalnya kita nggak tahu apa kegiatan mereka di gudang tanah garapan ini. Tapi kita jadi mengerti karena puluhan kendaraan truk engkel penuh gas melon (elpiji 3 kg) lalu lalang masuk ke gudang," ujar Roy salah satu warga yang tinggal tak jauh dari lokasi.

Roy mengungkap gudang pengoplosan itu di komandoi oleh SM dan HT.

Menurutnya, kegiatan tersebut sudah lama meresahkan masyarakat setempat.

Warga lainnya, Hasan Basri mendesak Bareskrim Polri untuk segera bertindak tegas dan menutup gudang pengopolosan Gas Elpiji Ilegal tersebut.

“Kita ingin Polisi segera menangkap dan menutup lokasi oplosan gas elpiji itu. Pengoplosan itu sangat berbahaya karena tak jauh dari pemukiman penduduk,” katanya.

Hasan mengatakan, puluhan truk yang membawa gas elpiji 3 kilogram setiap hari keluar-masuk gudang. Operasional pengoplosan diduga sudah berjalan lebih dari setahun di wilayah itu.

Selain meresahkan masyarakat setempat, oplosan gas itu meresahkan konsumen.

 Sebab, gas 3 kilogram yang disiapkan pemerintah untuk kepentingan rakyat miskin atau subsidi selanjutnya dijual ke non subsidi.

Modus pelaku pengoplosan di Cileungsi tersebut adalah memindahkan isi tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram ke tabung gas ukuran 12 kg dan 50 kg (non subsidi) dengan cara menggunakan alat bantu berupa selang atau pipa regulator. Kemudian, gas tersebut diperjual-belikan kepada masyarakat.

Gas 3 kilogram ini gas subsidi dari pemerintah, tentunya harganya pun berbeda. Pelaku memanfaatkan disparitas harga tinggi antara gas elpiji bersubsidi dan nonsubsidi yang selisihnya mencapai Rp11 ribu untuk mencari keuntungan.

Pelaku tabung gas subsidi ini baik itu dari sub agen maupun warung. Kalau dari sub agen mereka dapat harga sekitar Rp 14.850 per tabung gas 3 kilogram, Kalau dari warung didapatkan harga Rp 17.500.

Dari satu tabung gas 12 ini akan diisi empat tabung gas berisi 3 kilogram, rata-rata modal mereka kisaran Rp 60.000 sampai Rp70.000. Sementara diisi tabung 12 kilogram itu dijual ke pasaran seharga Rp 130.000 hingga Rp 150.000.

Jadi keuntungan penjualan mereka untuk satu tabung gas 12 kilogram sekitar Rp 65.000-75.000. Makanya mereka tergiur dengan keuntungan yang besar itu sehingga mereka lakukan perbuatan curang. ***

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT Fajar Paper Terus Terapkan Ekonomi Sirkular

Kamis, 11 Agustus 2022 | 23:21 WIB

Digelar Lomba Kicau Burung Pra Piala Gubernur DKI

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 06:53 WIB
X