• Rabu, 29 Juni 2022

Ganjar Pranowo Serius Tangani Banjir Rob, Siap Startegi Jitu

- Rabu, 25 Mei 2022 | 20:38 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Emas.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Emas.

SUARAKARYA.ID: Penanganan jangka pendek pada tanggul laut yang jebol sudah dikerjakan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan, selain sumber luberan pada tanggul jebol, penanganan rob tinggi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang juga dilakukan pada titik-titik lain yang berpotensi terjadi luberan air pasang.

Ganjar kembali meninjau beberapa titik yang tergenang rob. Dia menyampaikan, saat ini penanganan telah berlangsung.

“Kalau jangka pendek beberapa tanggul yang kemarin bahasa ramainya di publik itu jebol, kita cari. Karena sebenarnya kalau menutup itu jauh lebih cepat,” kata Ganjar saat meninjau lokasi terdampak rob.

Khusus penanganan di Kampung Ujung Laut itu, Ganjar meminta agar membuat tanggul di antara PT Janata Marina Indah dengan PT Optima Sinergi Comvestama. Sebab di tempat itu terdapat titik luapan air laut.

“Ini ketemu masyarakat, ini teman saya, dia tahu di daerah sini ternyata kemarin coba kita tutup jebolnya di sana, agak panjang. Tapi kalau kita lihat titiknya ternyata di sini lebih dekat. Tanahnya sudah ada, ini tinggal dikeruk. Maka saya minta dikerjakan sebelum jam 1 (pukul 13.00) karena hari ini kemungkinan akan naik lagi. Kalau ini bisa kita cegah hari ini, insyaallah di sana bisa terkendali,” kata Ganjar.

Usai dari Kampung Ujung Laut dan sekitar Pos I Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Ganjar juga melihat kondisi tembok penahan/ tanggul yang jebol di kawasan PT Pinnacle Apparels. Ganjar bersama rombongan BBWS, Dinas PSDA, dan Pelindo menuju lokasi menggunakan kapal karet milik Basarnas. Kemudian berlanjut menuju ke dermaga Tambaklorok.

“Kita minta dari BBWS, PSDA Provinsi, dan Kota kalau ada sistem instrumen untuk kita memantau, mengetahui titik-titik yang kemarin bocor. Apakah karena jebol apa karena limpasan. Sehingga, masyarakat kita kasih early warning atau peringatan dini kepada masyarakat dengan harapan masyarakat siaga,” katanya.

Pemantauan tersebut juga untuk mengetahui titik-titik kebocoran air pasang di sepanjang wilayah Pantura. Ganjar berharap ada gambar dari udara sehingga diketahui koordinat titik yang mengalami kebocoran.

“Dalam kondisi emergency kita mesti show off. Peralatan, manusia, dan sumber dayanya digerakkan sejak tadi malam. Terima kasih kawan-kawan di kabupaten/ kota dengan provinsi semua bekerja sama, termasuk dari masyarakat yang membantu,” ungkap Ganjar.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Berikan Dompet Sampah Gerobak Motor Listrik

Selasa, 28 Juni 2022 | 18:57 WIB

Kawasan Timur Indonesia Masuk Kawasan Hijau PMK

Senin, 27 Juni 2022 | 22:50 WIB
X