• Rabu, 29 Juni 2022

Jokowi Kembali Buka Kran Ekspor Minyak Goreng Mulai 23 Mei

- Kamis, 19 Mei 2022 | 23:48 WIB
Presiden Jokowi (Tangkapan layar YouTube.)
Presiden Jokowi (Tangkapan layar YouTube.)

SUARAKARYA.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan akan membuka kembali ekspor minyak goreng pada Senin, 23 Mei 2022. Meskipun ekspor dibuka, pemerintah akan tetap mengawasi dan memantau dengan ketat untuk memastikan pasokan tetap terpenuhi dengan harga terjangkau.

"Pada kesempatan ini juga, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para petani sawit atas pengertian dan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang diambil untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas," ungkap Presiden RI dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta (19/5/2022), disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, pembukaan kembali ekspor minyak goreng dilakukan berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng. Sekaligus, dengan mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga di industri sawit, baik petani, pekerja, dan juga tenaga pendukung lainnya.

Baca Juga: Menko Airlangga Hartarto dan Menkeu Singapura Bahas Tantangan Geopolitik Terdampak Perang Rusia Dan Ukraina

Presiden menjelaskan, sejak kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng diterapkan, pemerintah terus memantau dan mendorong berbagai langkah untuk memastikan ketersediaan minyak goreng dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan pengecekan langsung di lapangan dan laporan yang diterima Presiden, pasokan minyak goreng terus bertambah. Kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah sebesar kurang lebih 194 ribu ton per bulan, dan pada bulan Maret sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokannya hanya mencapai 64,5 ribu ton. Namun, setelah dilakukan pelarangan ekspor di bulan April, pasokan minyak goreng curah mencapai 211 ribu ton per bulannya, melebihi kebutuhan nasional bulanan.

Selain itu, terdapat penurunan harga rata-rata minyak goreng secara nasional. Pada bulan April sebelum pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional minyak goreng curah berkisar Rp19.800, dan setelah adanya pelarangan ekspor harga rata-rata nasional turun menjadi Rp17.200-Rp17.600.

Baca Juga: Bantu UMKM Peroleh Sertifikasi Halal, YBM BRILiaN Berkolaborasi Dengan Kemenko PMK Dan BPJPH

"Penambahan pasokan dan penurunan harga tersebut merupakan usaha bersama-sama kita, baik dari pemerintah, dari BUMN, dan juga dari swasta," kata Presiden.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan

Rabu, 29 Juni 2022 | 09:39 WIB

Romdoni, Karyawan Lepas Yang Di PHK Sepihak

Selasa, 28 Juni 2022 | 21:00 WIB

PLN Berikan Dompet Sampah Gerobak Motor Listrik

Selasa, 28 Juni 2022 | 18:57 WIB

Kabar Baik Terkait Masalah Covid 19 Di Indonesia

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:44 WIB
X