• Kamis, 26 Mei 2022

Masyarakat Diimbau Tak Serap Informasi Salah Terkait  PMK Yang Serang Hewan

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 06:22 WIB
Dokter Hewan Balai Karantina (Barantan) Provinsi Gorontalo - Kristina Dwi Wulandari  (Istimewa)
Dokter Hewan Balai Karantina (Barantan) Provinsi Gorontalo - Kristina Dwi Wulandari (Istimewa)



 SUARAKARYA.ID: Masyarakat diimbau jangan menyerap informasi dari sumber yang tidak jelas. Terkait penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan.

Dokter hewan Balai Karantina (Barantan) Provinsi Gorontalo Kristina Dwi Wulandari mengatakan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak tidak akan menular ke manusia.

"Virus ini bukan zoonosis, jadi dia tidak akan menyebar ke manusia," kata Kristina di Gorontalo, Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga: Konvensi Nasional Pendeta Gereja Toraja Digelar Di Kota Makassar

Namun, tingkat penularannya dari satu hewan ke hewan lainnya sangat tinggi dan bisa mencapai 100 persen. Bahkan  dapat menyebabkan kerugian ekonomi.

"Ternak merupakan sumber pangan, apalagi Provinsi Gorontalo bisa disebut sebagai sumber ternak karena sering mengirimkan sapi untuk suplai ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara," katanya, seperti dilaporkan AntaraNews.

Dijelaskan pula bahwa PMK merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyerang pada organ-organ pencernaan dan kuku.

Baca Juga: Pangkogabwilhan III Kunjungi Warga Kariuw Pengungsi Korban Rusuh Antar Desa Di Pulau Haruku Maluku

"Bisa dilihat dari luka-luka pada rongga mulut, bisa di lidah, di bibir, kemudian di gusi dan di langit-langit mulut," katanya.

Apabila ada peternak yang melihat ada luka seperti itu, dia mengimbau mereka untuk segera melaporkan.

Sebelumnya, Balai Karantina (Barantan) Provinsi Gorontalo melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait serta pengguna jasa untuk mencegah masuknya penyakit mulut dan kuku hewan ternak.

Baca Juga: Berbagai Terobosan Baru Aktor Dan Penyanyi  Cinta Laura Kiehl

Kepala Barantan Gorontalo Muhammad Sahrir mengatakan bahwa rapat itu untuk meningkatkan kewaspadaan peningkatan pengawasan lalu lintas ternak, komunikasi, hingga edukasi.

"Penyakit mulut dan kuku ini sudah menyerang beberapa daerah. Oleh karena itu, semua pihak harus menjaga Gorontalo bebas dari PMK," ujar Sahrir.

Kesiagaan dan kewaspadaan PMK dengan memperketat pengawasan pemasukan ternak ruminansia, yaitu sapi, kerbau, kambing, dan domba serta produknya dari daerah tertular berdasarkan hasil kajian analisis risiko.

Baca Juga: Tiga Pejabat Di Kota Ambon Diduga Terkait Korupsi Dicegah Ke luar Negeri

Selanjutnya, meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan pihak terkait dalam pelaksanaan pengawasan, meningkatkan komunikasi, edukasi, dan informasi terkait dengan risiko PMK di pintu-pintu masuk daerah. ***

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

Bank bjb Raih Apresiasi Editor Choice 2.0

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:03 WIB

PLN Peduli Bantu UMKM Warung Ngopi PWI Depok

Selasa, 24 Mei 2022 | 00:30 WIB
X