• Jumat, 1 Juli 2022

Kasus Perusakan Tembok Keraton Kartasura, Kuasa Hukum Pemilik Lahan Tawarkan Mediasi

- Kamis, 12 Mei 2022 | 20:51 WIB
Kuasa hukum pemilik lahan di bekas Keraton Kartasura memperlihatkan salinan sertifikat asli (Endang Kusumastuti)
Kuasa hukum pemilik lahan di bekas Keraton Kartasura memperlihatkan salinan sertifikat asli (Endang Kusumastuti)

"Seperti di sisi selatan tembok yang posisi hanya berjarak 8 meter dari tembok , ini sudah dirusak dan sudah dibangun pagar rumah warga," katanya.

Dirinya juga mencontohkan adanya jalan yang  berada di sekitar tembok yang dirusak padahal seharusnya dulunya kawasan itu merupakan tembok bekas keraton.

"Ini menunjukkan secara arkeologi bangunan tembok ini sudah hancur. Hancur karena apa? Karena alam atau sejarah atau dijebol karena masyarakat. Karena adanya pembiaran dengan tidak melakukan upaya pencegahan," paparnya.

Anggota kuasa hukum lainnya, Ary Setyaka menambahkan jika kasus tersebut sampaibke persidangan, akan dibuka bahwa dalam kasus tersebut yang salah bukan kliennya dan juga bukan masyarakat di kawasan itu. Selama ini kesan yang muncul adalah pemilik lahan dan masyarakat sekitar yang salah.

Baca Juga: Pengamat Curigai Debitur Nakal Sengaja Tembak BNI Dengan Dalih Kredit Sektor Tambang Rusak Lingkungan

"Terus komunitas-komunitas berbondong-bondong mengatakan masyarakat yang merusak. Padahal hal ini terjadi karena adanya pembiaran yang dilakukan pemerintah," ujarnya.

Bangunan tembok bekas Keraton Kartasura itu sudah didaftarkan menjadi bangunan cagar budaya (BCB) sejak tahun 2015 tetapi baru diproses tahun 2022. 

"Jadi kalau tawaran mediasi dari kami diterima ya akan diperbaiki tapi kakau mau nekat ya kenapa harus kita perbaiki. Ini kan tidak disengaja," ucapnya.

Pada kesempatan itu, kuasa hukum pemilik lahan juga menegaskan jika kliennya membeli lahan tersebut telah dilengkapi dengan sertifikat tanah. Burhanudin membeli lahan seluas 682 meter persegi dari Lina Wiraswati dengan sertifikat yang jelas. Lahan itu dijual dengan harga Rp850 juta dan baru dibayar Rp400 juta.

Sebelumnya  diberitakan tembok bekas Keraton Kartasura dijebol oleh pemilik lahan Burhanudin. Tembok Keraton Kartasura tersebut sudah didaftarkan sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) dan sejak tanggal 28 April lalu tekah ditetapkan BCB melalui SK Bupati Sukoharjo. ***

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Berikan Dompet Sampah Gerobak Motor Listrik

Selasa, 28 Juni 2022 | 18:57 WIB

Kawasan Timur Indonesia Masuk Kawasan Hijau PMK

Senin, 27 Juni 2022 | 22:50 WIB
X