• Jumat, 9 Desember 2022

Pemerintah Perpanjang PPKM, Kendalikan Pandemi Pasca Peningkatan Mobilitas Mudik Lebaran

- Selasa, 10 Mei 2022 | 02:05 WIB
Menko Ekon Airlangga Hartarto, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Tangkapan layar YouTube.)
Menko Ekon Airlangga Hartarto, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Tangkapan layar YouTube.)

SUARAKARYA.ID: Pemerintah memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua minggu ke depan terhitung mulai tanggal 10-23 Mei. Kebijakan ini untuk terus menjaga dan mengendalikan kasus Covid-19 mengingat mobilitas yang terus meningkat pasca mudik Lebaran.

Demikian ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto dalam keterangan pers bersama Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Senin (9/5/2022).

"Kenaikan mobilitas dan aktivitas masyarakat, tentu harus dibarengi dengan kewaspadaan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujar Airlangga yang juga menjabat Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dalam tayangan video di YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Piala Thomas: Hendra-Ahsan Samakan Kedudukan Usai Kalahkan Pasangan C Charoenkitamorn-Nanthakarn Yordphaisong

Menurut Airlangga, kondisi pandemi Covid-19 terpantau cukup stabil di berbagai wilayah Indonesia dalam dua minggu terakhir masa pemberlakuan PPKM ini. Di tengah mobilitas masyarakat yang meningkat signifikan terkait kegiatan mudik Lebaran 2022, tidak terlihat adanya lonjakan kasus Covid-19 di semua daerah.

Kasus Konfirmasi Harian Nasional sendiri tercatat mengalami tren penurunan. Sebagai gambaran, per 8 Mei 2022, jumlah Kasus Konfirmasi Harian secara nasional, 227 kasus terdiri-dari kasus Transmisi Lokal sebanyak 217 kasus (95,6%) dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) 10 kasus (4,4%).

Khusus untuk wilayah di luar Jawa-Bali, Kasus Konfirmasi Harian juga menunjukkan penurunan, yaitu per 8 Mei 2022 tercatat sebanyak 28 kasus (12,33% dari Kasus Konfirmasi Harian Nasional). Sementara, Kasus Aktif di luar Jawa-Bali tercatat 2.371 kasus (38,29% dari total 6.192 Kasus Aktif Nasional).

Baca Juga: Airlangga Nyatakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Di Atas Global Lebih Baik Dari China, Amerika Dan Jerman

Dengan kata lain, kasus Konfirmasi Harian dan Kasus Aktif di luar Jawa-Bali cukup rendah dan terkendali. Sebagai perbandingan, kalau Indonesia reproduksi efektifnya 0,997 atau sudah di bawah 1, Sumatra tetap 1, namun Papua 0,99, Maluku 0,97, Kalimantan 0,99, Nusa Tenggara 0,99, dan Sulawesi 0,98.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelang Pernikahan, Kaesang Jalani Siraman

Jumat, 9 Desember 2022 | 15:19 WIB

Didirikan Masjid Darurat untuk Korban Gempa Cianjur

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:26 WIB

Edukasi Terkait Ular dan Gigitannya

Kamis, 8 Desember 2022 | 19:39 WIB

DKI Siap Bantu Pembangunan Tambahan Masjid Istiqlal

Kamis, 8 Desember 2022 | 19:38 WIB
X