• Minggu, 2 Oktober 2022

Belum Ditemukan Ada Hubungan Hepatis Akut Dengan Vaksin

- Kamis, 5 Mei 2022 | 19:43 WIB
Ilustrasi (Ustimewa)
Ilustrasi (Ustimewa)


SUARAKARYA.ID:   Dokter anak di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta  menjelaskan, hingga saat ini belum ada informasi penguat yang menyebutkan Adenovirus berhubungan langsung dengan Hepatitis akut berat.

Dokter Anak Konsultan Gastrohepatologi Hanifah Oswari mengemukakan hubungan antara Hepatitis akut bergejala berat dan Adenovirus pada vaksin Covid 19 adalah narasi yang tidak benar.

"Pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan, bahwa kejadian ini (Hepatitis akut berat) dihubungkan dengan Covid 19 adalah tidak benar. Gak ada bukti hubungan dengan vaksin Covid-19," kata Hanifah Oswari saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Kamis siang seperti dilaporkan AntaraNews.

Baca Juga: Mohammad Salah Sebut Pihaknya  Siap Sapu Bersih Semua Tropi Musim Ini

Sebelumnya, Journal Hepatology yang terbit pada 21 April 2022 menuliskan laporan "Vaksinasi SARS-CoV-2 dapat menimbulkan Hepatitis dominan sel T CD8,".

Ditemukan Adenovirus 41 pada dua anak yang menjalani transplantasi hati akibat Hepatitis akut berat di Amerika Serikat.

"Masih mungkin itu kejadian yang bersamaan, tapi bukan berhubungan langsung," katanya.

Baca Juga: Aset SBB Senilai Rp1 Triliun Diselamatkan KPK Dan Pemda Setempat

Ia menambahkan pemerintah sudah minta Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Jakarta dan Laboratorium Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) untuk meneliti penyebab Hepatitis akut bergejala berat.

"Kenapa jadi banyak anak-anak kena di banyak negara. Agar kita bisa tahu keadaan ini dan penyebabnya," katanya.

Secara terpisah, Mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengatakan Adenovirus 41 adalah jenis virus yang sering ditemukan sehari-hari.

Baca Juga: Penerbangan Ternate - Makassar Dan Ambon Lancar

Biasanya menyebabkan gejala diare, muntah, demam, dan gejala saluran pernapasan. Biasanya tidak menyebabkan hepatitis pada anak sehat.

"Berbeda dengan strain Adenovirus yang digunakan di dalam vaksin Covid 19 AstraZeneca, yang menggunakan strain ChAdOx1 (modifikasi dari adenovirus yang menginfeksi simpanse)," katanya.

Ia mengatakan Adenovirus 41 kebanyakan dialami anak usia kurang dari 5 tahun, terutama yang belum divaksin Covid 19.

Baca Juga: Kuota Haji Reguler Dan Khusus Ditentukan Pemerintah Arab Saudi

"Ada kenaikan angka infeksi adenovirus pada anak di Inggris sejak November 2021 dibandingkan 5 tahun ke belakang," katanya. ***

 

 

 

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

UU PPRT, Landasan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 00:58 WIB
X