• Sabtu, 13 Agustus 2022

Songsong Idul Fitri, Warga Gegap Gempita Ikuti Program Mudik Gratis Pemprov DKI

- Jumat, 29 April 2022 | 17:52 WIB
Ratusan armada bus siap mengantarkan warga Ibu Kota  mengikuti program  mudik gratis dari Pemprov DKI Jakarta, Jumat (29/4/2022).
Ratusan armada bus siap mengantarkan warga Ibu Kota mengikuti program mudik gratis dari Pemprov DKI Jakarta, Jumat (29/4/2022).




SUARAKARYA.ID: Masyarakat DKI Jakarta menyambut gegap gempita dan antusiasme tinggi pelaksanaan program Mudik Gratis Pemprov DKI Tahun 2022.

Antusiasme warga yang ingin merayakan Idul Fitri 1443 hijriah di kampung halaman disambut suka cita.

Hal itu setelah berlaku larangan mudik hingga pengetatan pelaku perjalanan selama dua tahun pandemi, di tahun 2022 masyarakat bisa bernafas lega karena dapat menemui keluarga dan saudara-saudara di kampung merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), Mohamad Syaiful Jihad mengatakan, program mudik gratis ini bak oase bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung.

Pasalnya, terjadinya pandemi juga memberikan dampak negatif terhadap perekonomian warga.

"Antusiasme warga mengikuti mudik gratis sangat tinggi, pendaftaran dibuka 15 April dan pada 22 April sudah tak ada kuota tersisa. Ini menjadi cerminan bahwa warga sudah sangat rindu kampung halaman dan di tengah kondisi keuangan terbatas mudik gratis ini jadi solusi," ujarnya, Jumat (29/8/2022).

Mudik gratis ini, lanjut Syaiful, menjadi bukti Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merespons cepat untuk membantu warga menyongsong Idul Fitri. Sehingga, tak heran peserta mudik gratis sangat bersuka cita dan membanggakan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Saya melihat saat pemberangkatan memang ada yang kemudian memakai kaos dukungan Anies menjadi presiden. Saya kira ini tidak perlu dibesar-besarkan, itu hanya euforia warga yang merasa sangat terbantu dan menilai Anies sangat berjasa baginya sehingga dinilai layak menjadi presiden," ucap Syaiful.

Ia memastikan, saat proses pemberangkatan tidak ada Aparatur Supil Negara (ASN) yang terlibat membagi-bagikan kaos tersebut. Kaos-kaos tersebut merupakan aksi spontanitas saja untuk meluapkan kegembiraan.

"Saya kira sah-sah saja jika kemudian warga mengekspresikan kegembiraanya dengan berbagai cara. Misalnya, ketika BUMN mengadakan mudik gratis kemudian ada yang memakai kaos Erick Tohir for Presiden, begitu pula kalau diinisiasi PDI P dan peserta menggunakan baju Puan Presidan 2024 atau bahkan Ganjar Presiden," ucapnya.

Berdasarkan pengamatannya saat proses pemberangkatan di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Syaiful melihat para pemudik mengenakan baju atau kaos yang beragam.

"Banyak bukti visual mereka menggunakan kaos atau baju sesuai keinginannya. Artinya, tidak ada pengoordiniran penggunaan seragam, termasuk kaos bertuliskan Anies Baswedan Presiden atau sejenisnya dari penyelenggara," kata Syaiful

Ia menambahkan, salah satu indikator pelaksanaan mudik gratis sangat diminati adalah meningkatnya vaksinasi dosis ketiga atau booster yang menjadi salah satu persyaratan.

"Peserta mudik gratis ini kemudian secara cepat mendatangi sentra-sentra vaksinasi. Mudik gratis ini juga menjadi trigger percepatan pencapaian vaksinasi booster," ucapnya.

Syaiful menilai, sangat wajar terjadi kenaikan anggaran penyelanggaraan mudik gratis tahun ini. Sebab, kota dan kabupaten tujuan bertambah dari 10 di 2019 menjadi 17 pada tahun ini yang juga menjangkau Pulau Sumatera.

"Kalau ada kenaikan anggaran ya wajar saja, tujuan bertambah, pemudik dan armadanya juga. Pelayanan bagi pemudik juga ditingkatkan dibandingkan 2019," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Yayat Sudrajat menuturkan, saat pemberangkatan mudik gratis peserta hanya diberikan makanan dan minuman (snack) oleh petugas pendamping bus (LO).

"Mereka berangkat kan saat Ramadan, snack ini bisa berguna untuk membatalkan puasa. Mereka juga tidak perlu jajan lagi, sehingga bisa lebih berhemat saat perjalanan mudik," ujarnya.

Ia menegaskan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang menyelenggarakan mudik gratis tidak melakukan pembagi-bagian kaos.

"Kalau ada pembagian kaos itu bukan dalam koridor ruang lingkup pekerjaan pada kegiatan kami pada mudik tahun ini," katanya.

Yayat mengungkapkan, tujuan mudik gratis tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun 2019 yang hanya 10 kabupaten dan kota. Untuk tahun ini ada 17 kota dan kabupaten, termasuk di Pulau Sumatera yang tidak ada di 2019.

"Sebanyak 17 kota dan kabupaten tujuan mudik gratis tahun ini adalah Palembang, Lampung, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Cilacap, Purwokerto, Solo, Wonosobo, Yogyakarta, Sragen, Wonogiri, Madiun, Kediri, Jombang dan Malang," tutur Yayat.

Seperti diketahui, Berdasarkan website resmi mudikgratisdkijakarta.id yang diakses pada 22 April 2022 pukul 01.00  WIB tiket mudik gratis telah ludes. Padahal kuota mudik gratis yang disediakan mencapai 11.680 kursi.

Pemprov DKI  juga memfasilitasi sebanyak 8.000 kuota untuk arus balik hingga pengangkutan sepeda motor pemudik dari dan menuju Jakarta. ***

Editor: Gungde Ariwangsa

Terkini

PT Fajar Paper Terus Terapkan Ekonomi Sirkular

Kamis, 11 Agustus 2022 | 23:21 WIB

Digelar Lomba Kicau Burung Pra Piala Gubernur DKI

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 06:53 WIB
X