• Rabu, 7 Desember 2022

Menyongsong Lebaran, Paguyuban Wihara Pejagalan Gelar Santunan Untuk Warga Prasejahtera Dan Anak Yatim

- Rabu, 27 April 2022 | 05:18 WIB
Penyerahan  paket sembako dan santunan  anak yatim dilaksanakan  Oleh Paguyuban Wihara Pejagalan, Jakarta Utara  menjelang Idul Fitri, Selasa (26/4/2022).
Penyerahan paket sembako dan santunan anak yatim dilaksanakan Oleh Paguyuban Wihara Pejagalan, Jakarta Utara menjelang Idul Fitri, Selasa (26/4/2022).



SUARAKARYA.ID: Ada hal yang berbeda di bulan suci Ramadan 1443 hijriah ini di Jakarta Utara.

Sebuah komunitas  yang anggotanya di dominasi oleh etnis Tionghoa yaitu Paguyuban Wihara Pejagalan Jakarta Utara menggelar santunan anak yatim dan lansia bersama dengan masyarakat muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa, Selasa (26/4/2022)


Ketua Umum Paguyuban Wihara Pejagalan, Fredy Wei dalam sambutannya mengatakan, santunan anak yatim dan lansia bersama dengan masyarakat muslim merupakan salah satu program rutin yang rencananya dilakukan setiap tahunnya.

 Tujuannya, untuk memeriahkan Ramadan yang merupakan bulan suci umat muslim serta berbagi bagi siapa saja yang membutuhkan.


"‎Dengan tradisi berbagi di bulan Suci Ramadan yang diadakan oleh Paguyuban Wihara Pejagalan, sebagai wujud kebersamaan antar suku dan umat beragama di Kelurahan Pejagalan, dan sangat peduli dengan toleransi beragama.

"Kami berbagi paket sembako dan memberikan santunan kepada 500 orang anak yatim dan lansia," ujar Fredy.


Dalam kesempatan itu, Fredy menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah membantu kegiatan santunan anak yatim dan lansia tersebut.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara, Brando Susanto yang hadir memenuhi undangan dari panitia mengungkapkan rasa haru dan bangga berada ditengah-tengah warga yang memiliki toleransi yang sangat kuat.


Acara berbagi di bulan suci Ramadan yang diselenggarakan oleh Paguyuban Wihara Pejagalan ini, saya menemukan wajah Indonesia yang sesungguhnya.

"Di acara ini menghapus paradigma yang keliru selama ini, di mana ada sekat-sekat antara suku pribumi dan non pribumi dalam hal ini suku Tionghoa. Jadi kita harapkan, di Jakarta sekat-sekat tersebut tidak ada lagi. Yang ada hidup dalam kebersamaan dan kedamaian," ujar Brando.


Sebab, Brando menjelaskan, berpuasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makan, minum, dan semua hal yang dapat membatalkannya saja. Namun, berpuasa juga melatih kepekaan terhadap kesulitan orang lain, melatih empati kepada orang yang belum beruntung, apapun suku dan agamanya.


Kegiatan ini juga semakin meriah dengan dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana didampingi oleh Camat Penjaringan Depika Romadi, Lurah Pejagalan Ichsan Firdaosyi, Kapolsek, alim ulama dan para tokoh masyarakat.


Dalam sambutannya Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana mengapresiasi Paguyuban Wihara Pejagalan yang peduli pada ratusan anak yatim dan lansia di wilayah Kelurahan Pejagalan, Penjaringan Jakarta Utara. 


"Di situasi pandemi seperti ini saya bersyukur, teman-teman Paguyuban Wihara Pejagalan ini bisa menggelar bakti sosial berbagi sembako dan menyantuni kepada 500 orang Anak Yatim dan Lansia, apalagi ini bulan Ramadan, pastinya kebutuhan bahan pokok meningkat di kalangan warga sekitar. Tentunya ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan para warga yang membutuhkan,” ucap Ali Maulana.

Ali Maulana menambahkan, Penyelenggaraan kegiatan berbagi seperti ini di bulan yang paling dimuliakan bila dicermati jika kita mau beramal saleh di dalamnya, tentu akan memperoleh ganjaran yang berlipat, terlebih saat ini di masa pandemi, dan terlebih lagi di tengah keberagaman suku dan agama di wilayah ini. ***

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemnaker Buka Akses Pemagangan ke Korea

Minggu, 4 Desember 2022 | 04:32 WIB
X