• Kamis, 8 Desember 2022

Suryo Susilo Pastikan Anggota Orari Siap Berikan Dukungan Komunikasi Kebencanaan

- Rabu, 27 April 2022 | 05:15 WIB
Ketua Umum Orari Suryo Susilo
Ketua Umum Orari Suryo Susilo



SUARAKARYA.ID: Selasa, 26 April, setiap tahunnya, Pemerintah telah menetapkan sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional , sebagai momentum untuk mengingatkan seluruh lapisan masyarakat senantiasa memiliki sikap kesiagaan maupun kewaspadaan serta memiliki kemampuan untuk menanggulangi terhadap terjadinya berbagai bentuk bencana alam.

Terkait dengan itu, maka sebagai cadangan nasional di bidang komunikasi radio, anggota Orari dengan perangkat radio yang dimiliki, wajib memberikan dukungan komunikasi kepada masyarakat dan pemerintah dalam kondisi bencana.

Hal itu disampaikan , Ketua Umum Orari Suryo Susilo-YB0JTR dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2022, saat  dihubung di Jakarta, Selasa  (26/4/2022)

“Di momentum peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional ini, maka perlu ditegaskan kembali peran strategis Orari yang memiliki tugas dan tanggung jawab, sebagai cadangan nasional di bidang komunikasi radio, yang selalu hadir dalam kondisi bencana,”ujar  Susilo yang mendapat kepercayaan menjadi Ketua Umum Orari masa bakti 2022-2027 pada Munas Luar Biasa (Munaslub),  8-9 Februari 2022.

Menurutnya, sesuai dengan tema Hari Kesiapsiagaan Bencana 2022 yaitu “Keluarga Tangguh Bencana Pilar Bangsa Menghadapi Bencana” dan pesan utama “Siap Untuk Selamat”, maka anggota Orari di seluruh Indonesia turut serta mensosialisasikan budaya sadar bencana terutama di daerah rawan bencana.

Selain itu sebagai organisasi hobi dan sosial yang bersifat mandiri dan non-politik, Orari juga senantiasa mempersiapkan diri dengan melatih anggotanya agar dapat menggunakan perangkat radio yang dimilikinya sehingga selalu siap dan dapat dipakai dalam kondisi bencana, tidak hanya  Orari.

“Bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang sudah menjadi space agency dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tim gabungan Lapan dan Orari berhasil membuat satelit Lapan A2/Lapan-Orari yang telah banyak membantu komunikasi mitigasi bencana sejak diluncurkannya tanggal 28 September 2015 dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India.


Semua kerja dan peran itu, menunjukkan bahwa Orari bersama komponen strategis lainnya, senantiasa siap membantu, melayani dan berbakti kepada Ibu Pertiwi dalam keadaan bencana.

"Selain itu, dalam keadaan bukan bencana, seperti beberapa hari kedepan ini, anggota Orari juga siap memberikan dukungan komunikasi arus mudik lebaran membantu kementerian dan dinas perhubungan, serta siap memberikan dukungan komunikasi membantu operasi ketupat 2022 yang digelar oleh Polri,” tutur Susilo.

Sementara itu, masih dalam rangka momentum peringatan Hari Kesiapsiagaan Nasional, tak boleh dilupakan mengenai bencana dasyat yang pernah di alami negeri ini, khususnya warga Provinsi Aceh Darusalam, terkait dengan bencana tersebut, serta untuk mengetahui sejauhmana peran Orari saat terjadi Bencana Tsunami, 26 Desember 2004 silam, maka awak media  menghubungi  Ketua Orari Daerah Aceh, Abdullah Ali -YB6AA, di Bandaaceh, Selasa, (26/4/2022).

Ia mengatakan bahwa saat terjadinya bencana Tsunami, situasi sangat sulit, pasalanya, keadaan waktu itu, Aceh baru saja lepas dari DOM ( Daerah Operasi Militer) sehingga banyak sekali anggota Orati tidak aktif dan bahkan tidak memiliki peralatan yang memadai.

“Namun, alhamdulilah, pada saat terjadinya tsunami, Allah SWT mendorong rekan kita alm Darwanto -YC6AT, untuk berinisiatif menyampaikan informasi tentang bencana Tsunami ke Orari Pusat, dengan tentunya menggunakan peralatan seadanya,” ucap 
Abdullah Ali, Ketua Orari Daerah Provinsi Aceh Darussalam.

Ketika itu, kata Abdullah Ali,  setelah  mendiang Darwanto -YC6AT menyampaikan informasi ke Orari Pusat, ke esokan harinya, utusan Orari Pusat datang ke Kota Bandaaceh, kemudian langsung mendirikan Posko di sekitar Bandar Udara Sutan Iskandar Muda, nah, dengan adanya posko tersebut.

Orda Aceh bersama Orari Lokal dengan personil yang minim dan peralatan radio yang seadanya, bersama TNI/Polri, SAR dan lain sebagainya memberikan dukungan komunikasi agar informasi maupun komunikasi dalam situasi pasca bencana tsunami dapat segera ditangani maupun di tanggulangi.

“Pokoknya saat itu yang ada dalam pikiran kami, bekerja dan melayani masyarakat, baik dalam memberikan dukungan komunikasi penyampaian informasi soal jumlah korban, pendistribusian bantuan logistik maupun berbagai hal yang bisa membentuk komunikasi dari Aceh ke wilayah Provinsi Aceh dan juga dari dalam Provinsi Aceh ke luar wilayah Provinsi Aceh,”ucap Abdullah Ali lagi.

Selain Provinsi Aceh Darussalam yang pernah mengalami Bencana Alam terdasyat di Negeri ini, tentunya dalam catatan sejarah, ada Provinsi lain yakni  Provinsi Sulawesi Tengah, pernah mengalami bencana alam, tepatnya bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu dan Donggala, untuk itu, terkait dengan peran Orari dalam bencana alam tersebut, maka wartawan menghubungi Jimmy Tidayoh-YB8OFU Plt. Ketua ORARI Daerah Sulawesi Tengah, Selasa, (26/4/2022) di Kota Palu Sulawesi Tengah.

Ketika dihubungi wartawan  Jimmy Tidayoh-YB8OFU Plt. Ketua ORARI Daerah Sulawesi Tengah mengatakan bahwa saat terjadinya Gempabumi dengan kekuatan magnitude 7,7 yang kemudian dimutakhirkan oleh BMKG menjadi magnitudo 7,4 telah mengguncang wilayah Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada tanggal 28 September 2018 pukul 17.02 WIB.

Yang diikuti tsunami dan likuifaksi yang memporak-porandakan Donggala, Palu dan Sigi, di Sulawesi Tengah, rasanya dunia ini sudah kiamat.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemnaker Buka Akses Pemagangan ke Korea

Minggu, 4 Desember 2022 | 04:32 WIB
X