• Sabtu, 20 Agustus 2022

Apresiasi UNCTAD e-Commerce Week, Menkominfo Ajak Kembangkan Tata Kelola Data Global

- Senin, 25 April 2022 | 22:58 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (kiri atas), dalam Sesi High Level Dialogue: Towards Digital and Data Governance for All UNCTAD e-Commerce Week secara virtual dari Jakarta Pusat, Senin (25/4/2022).
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (kiri atas), dalam Sesi High Level Dialogue: Towards Digital and Data Governance for All UNCTAD e-Commerce Week secara virtual dari Jakarta Pusat, Senin (25/4/2022).

SUARAKARYA.ID: Pemerintah Republik Indonesia menekankan arti penting kerja sama untuk transformasi digital yang lebih inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengapresiasi inisiatif United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) untuk membahas ide tentang data dan digitalisasi untuk pembangunan ekonomi sosial. Bahkan, mengajak untuk menumbuhkan kesadaran global akan tata kelola data global.

“Kami berharap pembahasan ini dapat membawa dampak positif seperti perdagangan internasional yang pesat dan pertumbuhan ekonomi sosial,” ungkapnya dalam Sesi High Level Dialogue: Towards Digital and Data Governance for All UNCTAD e-Commerce Week secara virtual dari Jakarta Pusat, Senin (25/4/2022).

Menurut Menteri Johnny,  Indonesia mencatat dengan keprihatinan yang mendalam bahwa kemajuan dan implementasi transformasi digital masih mengalami beberapa tantangan. Padahal, transformasi digital sebenarnya dapat mempercepat pertumbuhan di banyak sektor.

“Sebaliknya, isu kesenjangan digital tetap ada. Hal ini dapat memberikan dampak berupa pemerataan akses konektivitas, lamanya konsensus global tentang regulasi data, serta sumber keterampilan digital dan literasi digital yang diperlukan untuk memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab, dan produktif,” jelasnya.

Menkominfo menekankan arti penting pembahasan mengenai konektivitas jaringan fisik dan interkonektivitas sosial, serta keamanan digital. Hal ini perlu menjadi perhatian untuk menemukan pendekatan tata kelola inovatif guna mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan serta mengurangi risiko fragmentasi lebih lanjut akibat teknologi internet.

“Dengan membahas berbagai pandangan pada pertemuan ini, Indonesia berharap para anggota dapat berdiskusi lebih lanjut dan dapat mengidentifikasi bidang-bidang baru yang dapat disepakati oleh negara-negara tersebut,” ungkapnya.

Menteri Johnny menyatakan Pemerintah Republik Indonesia juga mengajak global knowledge partnerstermasuk UNCTAD, untuk mengembangkan kerangka kerja komprehensif yang memfasilitasi dialog multistakeholders, termasuk tentang tata kelola data global.

“Dialog kolaboratif ini diperlukan untuk mengumpulkan pandangan pemangku kepentingan tentang penerapan prinsip aliran data dan mendukung aliran data lintas batas yang lebih tepercaya dengan lebih menyoroti berbagai aspek dari masalah ini,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank bjb Raih Penghargaan Kementan RI

Kamis, 18 Agustus 2022 | 21:28 WIB

Koperasi Kohippci Bantu Pedagang Pasar Cikapundung

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:48 WIB
X