• Minggu, 14 Agustus 2022

Satu Mahasiswa Pendemo  Ditangkap  Karena Gunakan Ganja

- Rabu, 20 April 2022 | 06:28 WIB
Mahasiswa Pendemo Di Ternate (Istimewa)
Mahasiswa Pendemo Di Ternate (Istimewa)


SURAKARYA.ID: Satu mahasiswa pendemo di Ternate ditangkap karena  positif pengguna narkoba melalui pemeriksaan urin.

Mahasiswa itu diamankan karena  memicu kericuhan saat aksi unjuk rasa pada Senin (18/4/2022).

Tercatat sebanyak 36 mahasiswa diamankan oleh Polres Ternate agar kericuhan tidak meluas.

"Dari hasil pemeriksaan urine yang dilakukan oleh penyidik Satnarkoba Polres Ternate.  Didapati satu mahasiswa positif menggunakan narkoba jenis THC atau ganja," kata Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Pol Michael Irwan Thamsil di Ternate, Selasa (19/4/2022).

Baca Juga: Kelompok Separatis Papua Mulai Unjuk Gigi Di Maybrat Dan Sorong Selatan

Mahasiswa dalam unjuk rasa menolak kenaikan BBM dan menolak tiga periode presiden di Ternate pada Senin (18/4/2022).

Michael mengatakan mahasiswa yang diketahui memakai narkoba jenis ganja berinisial RS, usia 20 Tahun. Ia yang merupakan mahasiswa aktif salah satu universitas di Kota Ternate.

Sehingga, terhadap yang bersangkutan akan ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu terhadap 35 mahasiswa lainnya masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Malut mengimbau kepada mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat lainnya agar dalam penyampaian pendapat di muka umum agar mematuhi peraturan yang berlaku.

Baca Juga: Pemkab Malteng Dinilai Lambat Tangani Persoalan Kongtingensi

"Sampaikan aspirasi dengan aman, tertib dan kondusif. Kami siap mengawal," ujarnya.

Dia menjelaskan petugas terpaksa melakukan pembubaran massa di dua titik berbeda.

Yakni di jalan menuju Bandara Sultan Babullah Ternate karena massa aksi sudah mulai anarkis.

Dan melakukan perlawanan terhadap petugas dengan melakukan pelemparan batu.

Sementara itu, aksi yang berlangsung pada Senin (18/4/2022) kemarin di depan kantor Walikota Ternate dilakukan pembubaran, seperti dilansir dari AntaraNews.

Karena telah melebihi batas waktu yang ditentukan di mana imbauan untuk membubarkan diri pada pukul 18.00 Wit tidak diindahkan.

 Berdasarkan Pasal 6 ayat (2) Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2008 tentang tata cara penyelenggaraan pelayanan dan penanganan perkara.

Baca Juga: Serang Pos Koramil, Ketua Bamuskam Dilumpuhkan TNI

Penyampaian pendapat di muka umum menyebutkan. Bahwa penyampaian pendapat di muka umum pada tempat terbuka mulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 18.00 sore.

Hal tersebut ditujukan untuk menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain.

Sehingga membuat kericuhan di lokasi. Untuk itu dilakukan upaya pencegahan dengan mengamankan massa yang diduga sebagai provokator kericuhan. ***

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna Raih Gelar Doktor

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:56 WIB

Pemkot Bandung Berkomitmen 'Rebranding' SMP PGRI

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:50 WIB

Perda RTRW Dinilai Sangat Bermanfaat Bagi Pembangunan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:48 WIB

Kelola sampah, IPRO Siap Gandeng Pemerintah Daerah

Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:42 WIB

Program Buruan SAE Dapat Pujian di Forum Urban 20

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:15 WIB
X