• Senin, 27 Juni 2022

Jasa Raharja: Simulasi Rekayasa Lalu Lintas Untuk Pastikan Aspek Kelancaran, Keamanan Hingga Prokes Berjalan

- Senin, 18 April 2022 | 19:41 WIB
Dirut PT Jasa Marga Rivan mendampingi Menhub Budi Karya dan Kakorlantas Polri Irjen Firman Santyabudhi (Humas Jasa Raharja)
Dirut PT Jasa Marga Rivan mendampingi Menhub Budi Karya dan Kakorlantas Polri Irjen Firman Santyabudhi (Humas Jasa Raharja)

SUARAKARYA.ID: PT Jasa Raharja meninjau kegiatan simulasi penanganan arus lalu lintas dijalan tol arah Cikampek. Simulasi penanganan arus lalu lintas pada masa persiapan Angkutan Lebaran 2022 dilakukan di sejumlah rest area, yakni Km57, Km 70, dan 62B arah Jakarta.

Dalam kegiatan ini, Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Raharja Rivan Purwantono
mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kakorlantas Polri Irjen
Pol. Firman Shantyabudi. Selain itu, turut hadir Dirjen Perhubungan Darat Budi
Setiyadi, Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, Dirut Jasa Marga
Subakti Syukur, serta Sesmenko PMK Y.B. Satya Sananugraha.

Dalam siaran persnya, Senin (18/4/2022), Ruvan mengatakan kegiatan dilakukan untuk memastikan perjalanan
mudik 2022 berlangsung tanpa gangguan dan tetap aman serta berkeselamatan.

Baca Juga: PT KAI Daop 6 Yogyakarta Perkirakan Puncak Arus Mudik Terjadi Tanggal 29 April

Rivan Purwantono mengatakan, simulasi rekayasa lalu lintas ini dilakukan sebagai uji
coba penanganan kepadatan di sejumlah rest area (Km 57, Km 70, dan 62B arah
Jakarta). Termasuk ketersediaan bahan bakar dan toilet untuk para pemudik.

Diharapkan ketika memasuki rest area semakin cepat pergerakan para pemudik maka
tidak akan menimbulkan kemacetan dan penumpukan.

“Kepadatan pada masa mudik lebaran nanti diprediksi berada di jalur tol dari Bekasi
dan Jakarta ke arah Cikampek hingga Semarang. Simulasi rekayasa lalu lintas ini
dilakukan untuk memastikan aspek kelancaran, keamanan, dan keselamatan, hingga
protokol kesehatan selama masa Angkutan Lebaran 2022 tetap terjaga dengan baik.

Rest area juga menjadi sarana pendukung yang penting untuk menjaga kebugaran
pemudik. Harapannya perjalanan mudik masyarakat tahun ini tanpa ada gangguan,”
ujar Rivan.

Sektor darat pada masa mudik lebaran tahun ini menjadi yang paling krusial. Sekitar
47 persen dari 85,5 juta orang yang diprediksi akan melakukan mudik menggunakan
jalur darat, baik kendaraan pribadi maupun angkutan darat seperti bus. Jumlah
pemudik tahun ini meningkat sekitar 45 persen dibanding mudik tahun 2019.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Yang Lolos SBMPTN UNS, Ini Tahapan Selanjutnya

Kamis, 23 Juni 2022 | 18:19 WIB
X