• Rabu, 28 September 2022

Pangkoopsud III Tampil Sebagai Narasumber Dalam Seminar Internasional Air Power

- Rabu, 30 Maret 2022 | 23:55 WIB
Foto: Pen Koopsud III
Foto: Pen Koopsud III

SUARAKARYA.ID: Panglima Komando Operasi  Udara  (Pangkoopsud) III Marsekal Muda (Marsda) TNI Samsul Rizal, M.Tr (Han), tampil sebagai narasumber dalam seminar Internasional Air Power dalam rangka peringatan ke-76 Hari TNI Angkatan Udara, yang dilaksanakan di  gedung Puri Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (30/3/2022).

Seminar Internasional Air Power kali ini mengambil tema “Pembangunan Kekuatan Udara Nasional  Untuk Menghadapi Ancaman Pada Era Perang Generasi ke-5”.  Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo,S.E.,M.P.P sebagai keynote speaker dan  narasumber lainnya adalah  Gubernur Lemhannas  Andi Widjajanto, S.Sos.,M.Sc, GPCAPT Jason Baldock, Lt,Gen (Ret) Steven M. Shepro, Dr. Alban Sciascia, dan Curie Maharani,Ph.D dari Universitas Binus. Sebagai moderator Kolonel Lek Ir. Rujito Dibyo Asmoro, GDipl in DS.,M.A.,RCDS.,CPHCM.,CIPA.,IPM dan Frisca Clarissa, S.H.

Baca Juga: Pangkoopsud III Pimpin Sertijab Danlanud Yohanis Kapiyau

Dalam seminar Internasional Air Power ini Pangkoopsud III mengangkat topik dengan judul Application of Air Combat Power in Hybrid Warfare.  Melalui penguasaan materi yang mumpuni dan sangat berpengalaman dalam bidang yang diangkat. Pemaparan yang disampaikan dapat berjalan dan terlaksana dengan sangat baik.

Paparan yang disampaikan oleh Pangkoopsud III terdiri dari lima pokok bahasan, yaitu Air Combat Power and Intertwined Phenomena, Air Combat Power at Crossroads, Air Combat Power in Hybrid Warfare , IADF Air Combat Power in Hybrid Warfare dan F-15IDN & Rafale F3R: Still Valued.  

Baca Juga: Pangkoopsud III Secara Resmi Membuka Rakernis Koopsud III Tahun Anggaran 2022

Melalui kelima pokok bahasan yang diangkat, Pangkoopsud III memberikan beberapa rekomendasi untuk menjawab tantangan atau permasalahan yang akan dihadapi yang antara lain  mendefinisikan ancaman dengan akurat berdasarkan potensi ancaman sebagai landasan untuk wahana atau platform yang akan diadakan, pengadaan wahana dan tekhnologi yang paling sesuai dengan kemampuan anggaran negara melalui skala prioritas, bagus, murah dan bermanfaat untuk menghadapi ancaman nyata, pembangunan network centric warfare dan ISR yang berbasis pada kualitas infrastruktur yang tinggi,serta memulai kemandirian tekhologi dari tekhnologi udara yang sederhana tapi bermanfaat. ***

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menaker Tinjau Penerima BSU di Sejumlah Tempat 

Rabu, 28 September 2022 | 06:33 WIB

Suharso Monoarfa Mendapat Tugas Baru dari Presiden

Selasa, 27 September 2022 | 11:25 WIB
X