• Selasa, 27 September 2022

Dibahas Grand Design Pengembangan Ekonomi Kreatif Di Jakarta

- Rabu, 23 Maret 2022 | 17:41 WIB
FGD pengembangan ekonomi kreatif (Ekraf) di Jakarta, Selasa (22/3/2922). (Suarakarya.Id/Yon Parjiyono)
FGD pengembangan ekonomi kreatif (Ekraf) di Jakarta, Selasa (22/3/2922). (Suarakarya.Id/Yon Parjiyono)



SUARAKARYA.ID: Pengembangan ekonomi kreatif (Ekraf), perlu dibentuk sebuah Grand Design (Desain Induk). Sebab,  hingga saat ini konsep tersebut belum dipahami secara mendalam, baik di lingkungan birokrasi maupun masyarakat umum.

Untuk itu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Grand Design Pengembangan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta di Discovery Ancol, Jakarta Utara, Selasa (22/3/2022).

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata.

Kegiatan FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dini Oktaviyanti (Koordinator Kajian Strategis Kemenparekraf RI), Tulus (Kepala Pusat Inovasi Pengembangan Perkotaan), Diaz Hendrassukma (Ketua Umum Komite Ekraf Jakarta), Robby Wahyudi (Program Director Katapel id), dan dipandu oleh Moderator Camelia Harahap (Head of Art and Creative Industries British Council Indonesia) dan Novrizal Pratama (Ketua Umum Yayasan Indonesia Kuat).

 Kegiatan ini dihadiri juga oleh jajaran di lingkungan Pemprov DKI  seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)  DKI Jakarta, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUM)  DKI Jakarta, Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, dan Biro Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta.

Selain itu, asosiasi, komunitas, pelaku Ekraf yang mewakili 17 subsektor Ekraf dan akademisi turut hadir.

“Kegiatan ini lebih kepada bagaimana Pemerintah Provinsi DKI  mampu menganalisa, mencermati urusan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.  Kita harus siap jika Jakarta tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara (IKN), kekuatan kita ada di Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Harapannya, ke depan, pelaku Ekraf dapat difasilitasi dari mulai eksistensi, hak kekayaan intelektual, dan menjadi industri, sehingga dapat dikomersialkan,” ujar Andhika melalui keterangan tertulis, Rabu (23/2/2022). 

 Ekraf memiliki potensi pengembangan yang sangat besar di Indonesia dengan lapangan kerja yang dihasilkan sebesar 18,1 juta dan kontribusi ekonomi kreatif terhadap ekspor sebesar US$ 20 miliar, menurut data BPS pada tahun 2019.

Demikian pula di DKI Jakarta, Ekraf menjadi penyumbang besar dan tulang punggung perekonomian baru bagi Jakarta, serta menjadi percontohan untuk daerah-daerah lainnya secara Nasional.

 Pemprov DKI  melihat potensi ekonomi yang signifikan dari sektor Ekraf perlu dijembatani dengan pembuatan Grand Design untuk mengembangkan 17 subsektor Ekraf. 

Melalui pembuatan Grand Design tersebut, Pemprov DKI  berharap dapat menjadi awalan untuk pembuatan road map (peta jalan) pada proses pengembangan 17 subsektor Ekraf di DKI.

Peta jalan Ekraf juga seharusnya dapat menjadi pegangan terhadap arah strategi pengembangan ekonomi kreatif yang bekelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat serta perekonomian di  Jakarta. ***

Editor: Pudja Rukmana

Sumber: DKI Jakarta

Tags

Terkini

DKI Gelar Program Pangan Murah Hingga Desember

Jumat, 23 September 2022 | 07:26 WIB

250 Pelajar di Jakarta Ikuti Edukasi tentang Tibum

Rabu, 21 September 2022 | 18:47 WIB
X