• Sabtu, 13 Agustus 2022

Panglima TNI Marah Besar 3 Prajurit Tertembak KKB, Danki Harus Diproses Hukum

- Sabtu, 19 Maret 2022 | 17:48 WIB
Panglima TNI Soal Tiga Prajurit Tewas Di Papua (Istimewa)
Panglima TNI Soal Tiga Prajurit Tewas Di Papua (Istimewa)

SUARAKARYA.ID: Panglima TNI Jnderal Andika  Perkasa menyayangkan tewasnya 3 prajurit TNI di Pos Distrik Gome Kabupaten Puncak Jaya  beberapa waktu lalu. Menurut Panglima, Danki harus bertanggungjawab karena menyepelekan situasi gawat. Sehingga  KKB dengan leluasa menembaki ketiga prajurit hingga tewas.

Benar, kata Panglima bahwa ketiga prajurit itu ditempak KKB. Tetapi itu karena ketidakhati-hatian sang komandan sehingga musuh dengan leluasa menembaki prajurit TNI di sana. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mendapati kejanggalan dalam peristiwa penyerangan teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap pos TNI di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua.

Yang  menyebabkan tiga orang prajurit gugur. Jenderal Andika menyebut komandan kompi (danki) di pos itu ternyata berbohong.
"Ternyata hasilnya berbohong, yang terjadi bukan yang dilaporkan dan yang terjadi sebenarnya ini disembunyikan oleh si danki dari komandan batalion," kata Andika dalam sebuah video yang dibagikan kepada wartawan, Sabtu (19/3/2022) seperti dikutip dari detikNews.

Baca Juga: Persoalan IAIN Ambon Butuh Penyelesaian Kementerian Agama RI

Andika menjelaskan penyerangan memang dilakukan oleh KKB. Namun, dalam hal ini, danki di pos itu lalai karena menyepelekan pengamanan.

"Jadi, iya betul yang melakukan tindak pidana pembunuhan adalah kelompok bersenjata, tapi juga ada peran nih peran penggelaran oleh Komandan Kompi yang dalam hal ini sebagai komandan pos di tempat yang tidak diperhitungkan dan disepelekan," tuturnya.

Andika menyebut komandan kompi tidak memperhitungkan secara baik perihal pengamanan di pos itu. Padahal, kata Andika, seharusnya seorang komandan selalu memikirkan keselamatan anggotanya.

Baca Juga: Pembangunan Smelter Di Gresik Bernilai Puluhan Triliun Rupiah

"Karena kita di sini semuanya memikirkan hubungan, kemudian bagaimana melindungi anggota. Di sana hanya begini-begini saja rupanya, maksudnya pertimbangan pendek sekali, hanya soal kita dapat uang tambahan, untuk pengamanan di situ dikorbankan semua," terang Andika.

Untuk itu, Andika meminta kasus ini dituntaskan dengan proses hukum. Dia berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran supaya tak terulang lagi.

"Jadi saya ingin ada proses hukum terhadap danpos atau komandan kompi, dituntaskan supaya jadi pembelajaran juga," imbuhnya.

Baca Juga: Kemenlu Berhasil Evakuasi 9 WNI Dari Ukraina

 Kodam Cenderawasih mengatakan serangan terjadi saat aparat melakukan pergantian jaga.

"Saat dilaksanakan pergantian jaga, tiba-tiba Satgas Kodim YR 408/Sbh mendapatkan tembakan dari KSTP (kelompok separatis teroris papua)," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga kepada wartawan di Jayapura, Kamis (27/1).

Baca Juga: Lebih Dari 30 Perusahaan KPI RU VII Kasim Gelar Pertemuan Dengan Rekan Bisnis

Serangan oleh KKB Papua terjadi di pos TNI, tepatnya di Pos Koramil Gome, Satgas Kodim YR 408/Sbh. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 05.00 WIT. Serangan tiba-tiba tersebut membuat prajurit TNI terkena tembakan. "Kemudian personel TNI Satgas Kodim YR 408/Sbh melakukan balas tembakan," ucap Aqsha. ***

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

X