• Sabtu, 13 Agustus 2022

Airlangga: Tren Kasus Aktif Luar Jawa Bali Meningkat, Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi Antisipasi

- Selasa, 22 Februari 2022 | 07:14 WIB
Airlangga Hartarto. (Kemenko Ekon )
Airlangga Hartarto. (Kemenko Ekon )

JAKARTA: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melsporkan terjadinya kasus aktif Covid-19 di luar Jawa-Bali sehingga proporsinya menjadi sebesar 24,1% atau 128.536 dari kasus aktif nasional (533.898). Pada sepekan terakhir ini, angka Reproduksi Efektif (Rt) nasional naik lebih tinggi menjadi 1,18 dan juga terjadi kenaikan di seluruh pulau, kecuali Kepulauan Maluku.

"Pemerintah akan terus memantau dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar hal ini dapat diantisipasi lebih lanjut,” tuturnya dalam keterangan pers resmi usai Rapat Terbatas (Ratas) Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), secara virtual, Senin (21/2/2022).

Turut hadir memberikan keterangan resmi dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga: Buka Rakernas 50 Tahun Basarnas, Jokowi: Penting, Siap Siaga dan Waspada!

Menurut Airlangga, evaluasi mingguan perkembangan pengendalian pandemi Covid-19, termasuk evaluasi level asesmen dan pelaksanaan PPKM secara konsisten terus dilakukan pemerintah. Hal ini mengingat mulai adanya pergeseran kenaikan kasus harian dan kasus aktif dari Jawa-Bali ke Luar Jawa-Bali, sesuai prediksi dan antisipasi yang sudah disiapkan pemerintah.

Airlangga menjelaskan, terdapat tiga provinsi di luar Jawa-Bali dengan Kasus Aktif tertinggi di atas 10 ribu, namun rasio keterisian tempat tidur RS (Bed Occupancy Ratio/BOR) masih terkendali, dan konversi tempat tidur (TT) Covid-19 di RS masih relatif rendah. Ketiga Provinsi tersebut adalah Sumatera Utara (BOR 31%, Konversi 19%), Sulawesi Selatan (BOR 30%, Konversi 16%), dan Kalimantan Timur (BOR 29%, Konversi 23%).

BOR dan Isoter Luar Jawa-Bali

Meskipun kasus harian dan kasus aktif terus meningkat, namun tingkat BOR di Luar Jawa-Bali masih terkendali, yaitu sebesar 26 persen. Sedangkan BOR Nasional sebesar 38 persen. Untuk BOR seluruh Provinsi di Luar Jawa-Bali adalah < 30 persen, kecuali di Sumatera Selatan (46 persen), Sulawesi Utara (35%), Sulawesi Tengah (35 persen), Bengkulu (34 persen), Lampung (33 persen), Kalimantan Selatan (31 persen), dan Sumatera Utara (31 persen).

Baca Juga: Airlangga: Yellow Clinic, Kontribusi Golkar Dipersembahkan Untuk Masyarakat Gresik

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X