• Sabtu, 13 Agustus 2022

Kasus Omicron Melonjak, Masyarakat Diminta Tetap Waspada, Taati Prokes

- Kamis, 17 Februari 2022 | 09:39 WIB
Airlangga Hartarto di Istana Negara. (YouTube Sekretariat Presiden.)
Airlangga Hartarto di Istana Negara. (YouTube Sekretariat Presiden.)

JAKARTA: Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kenaikan kasus Omicron meskipun hingga saat ini tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) masih terkendali. Kasus konfirmasi harian Covid-19 varian Omicron di Tanah Air sejak 15 Februari telah melebihi puncak kasus gelombang Delta, tahun lalu.

Demikian Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/2/2022).

“Berdasarkan situasi yang membedakan kasus Delta dan Omicron ini, tingkat BOR, bed occupancy rate, saat ini masih di angka yang 33,41 persen," kata Airlangga dalam tayangan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Penyebaran varian Omicron lebih cepat daripada Delta namun tingkat risikonya lebih rendah. Omicron cepat menular namun cepat pula dapat disembuhkan dengan obat-obatan khusus lewat karantina mandiri atau isolasi terpusat (Isoter). Sedangkan perawatan rumah sakit diprioritaskan untuk pasien-pasien yang tergolong parah, berstatus lansia atau pengidap kormobid.

"Jadi ini (yang) membedakan dengan kasus Delta yang lalu dan tentu pemerintah berharap bahwa masyarakat untuk terus waspada dalam menjaga agar transiminya tidak terlalu meningkat,” ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini.

Menko Perekonomian menyebut bahwa saat ini pemerintah masih menggunakan mekanisme level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di setiap daerah. Pemerintah pun berharap agar masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat seiring dengan penerapan level PPKM.

“Beberapa daerah sudah dikenakan level PPKM terutama sekarang episentrum di Jakarta, kemudian bergeser ke Jawa Barat. Tentu dalam 2-3 minggu ke depan bisa ke luar Jawa,” tuturnya.

Lebih jauh Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah juga terus mendorong pelayanan telemedisin dan menjaga ketersediaan obat untuk melayani masyarakat yang terpapar virus korona dan sedang menjalankan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

“Sehingga, tentu bagi yang tanpa gejala maupun yang gejala ringan itu untuk dirawat isolasi mandiri di rumah atau kalau tidak memadai di isolasi terpusat,” ungkapnya. 

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X