Pemkab Pasuruan Ingatkan Potensi Penurunan Debit Air SPAM Umbulan

- Kamis, 10 Februari 2022 | 19:58 WIB
Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf saat berbicara dalam lokakarya.
Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf saat berbicara dalam lokakarya.


PASURUAN: Pemkab Pasuruan merasa bersyukur karena wilayahnya diberkahi potensi sumber mata air berlimpah. Meski demikian mereka meminta semua pihak untuk mewaspadai potensi terjadinya penurunan jumlah debit air SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Umbulan, jika tidak ingin kehabisan air di masa depan.

Menurut Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) secara terpadu terus dikembangkan untuk menjaga kelestarian dan efektivitas pemanfaatan air tanah dalam yang selama ini merupakan berkah bagi Kabupaten Pasuruan serta daerah-daerah sekitarnya. “Di balik berkah ini juga ada tantangan. Penurunan debit air SPAM Umbulan perlu diwaspadai,'"ujarnya, Kamis (10/2/2022).

Berbicara dalam lokakarya ‘Pengelolaan Terpadu Daerah Aliran Sungai di Kabupaten Pasuruan' oleh Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Kabupaten Pasuruan, Bupati Irsyad, menjelaskan bahwa salah satu mata air yang ada di Kabupaten Pasuruan telah dijadikan menjadi proyek strategis nasional SPAM Umbulan. Puluhan perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pasuruan juga memanfaatkan debit air ini.

Baca Juga: Presiden Resmikan SPAM Umbulan Layanan Air Bersih Di 5 Kabupaten Jawa Timur

Besarnya potensi air di Pasuruan juga tergambar dari banyaknya perusahaan AMDK. Banyak perusahaan yang tumbuh di wilayah ini juga membutuhkan air dari wilayah ini. Termasuk tangki air minum yang dipasok ke wilayah Surabaya dan Gresik juga bersumber dari Pasuruan.

Karena itulah, Bupati memberikan apresisasi kepada berbagai pihak yang berupaya menjaga kelestarian air di wilayahnya. Apresiasi itu diantaranya diberikan kepada Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Kabupaten Pasuruan (FDP) dan Danone-AQUA yang selama ini telah menjadi mitra pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menjaga lingkungan.

Apresiasi juga dia berikan kepada ICRAF yang telah melakukan pendampingan kelembagaan dan kegiatan-kegiatan lainnya, termasuk lokakarya yang digelar hari ini. World Agroforestry (ICRAF) sendiri merupakan lembaga penelitian internasional yang berkedudukan di Bogor, yang telah bekerja bersama DanoneEcosystem, Danone-AQUA, Universitas UGM dan Montpellier Perancis di DAS Rejoso melalui Gerakan Rejoso Kita.

Baca Juga: Segera Rampung, SPAM Umbulan Tambah Pasokan Air Bersih Bagi 1,3 Juta Warga Jatim

Senior Expert Landscape Governance and Investment ICRAF, Dr Beria Leimona mengakui, sejak 2016 di Kabupaten Pasuruan pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua pihak dalam pelestarian DAS Rejoso. Hal-hal yang sudah dilakukan termasuk menginisiasi skemaimbal jasa lingkungan di wilayah hulu dan tengah DAS Rejoso sebagai salah satu cara pelestarian DAS Rejoso.

Dalam pilot proyek tersebut, Danone-AQUA berperan sebagai lembaga yang menyediakan imbal jasa kepada para petani yang melakukan upaya-upaya konservasi tanah dan air dengan menanam pohon, menanam strip rumput, dan membuat rorak. Bahkan selama tiga tahun terakhir, kegiatan ICRAF melalui Gerakan Rejoso Kita berfokus ke wilayah hilir dengan program pengenalan budi daya padi ramah lingkungan.

Halaman:

Editor: Andira

Tags

Terkini

X