• Sabtu, 13 Agustus 2022

Pemerintah Pastikan Kesiapan Hadapi Lonjakan Omicron di Luar Jawa-Bali

- Selasa, 8 Februari 2022 | 22:13 WIB
Airlangga Hartarto. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)
Airlangga Hartarto. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)

JAKARTA: Kesiapan pemerintah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron tidak hanya dilakukan di Jawa-Bali tetapi juga di luar Jawa-Bali. Kesiapan tersebut, antara lain dilakukan dengan terus meningkatkan fasilitas layanan kesehatan dan ketersediaan obat-obatan serta mengakselerasi laju vaksinasi.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui konferensi video, Senin (07/02/2022) di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

“Arahan Bapak Presiden, di luar Jawa kita harus persiapkan untuk terkait dengan kasus Omicron yang punya potensi untuk masuk di luar Jawa, dan juga kesiapan terhadap manajemen, terutama untuk Telemedisin dan juga ketersediaan obat-obatan di daerah yang perlu disiapkan, sambil mengakselerasi vaksinasi,” ujar Airlangga, Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali ini.

Baca Juga: Kasus Omicron Melonjak, Menkes Pastikan Yang Masuk RS dan Wafat Masih Terkendali

Terkait laju vaksinasi di luar Jawa-Bali, Airlangga mengungkapkan hanya dua provinsi yang memiliki tingkat capaian dosis kedua di atas 70 persen, yaitu Kepulauan Riau (Kepri) dan Kalimantan Timur.

Menurut Airlangga, percepatan vaksinasi perlu dilakukan, baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua. Adapun di luar Jawa, yang sudah di atas 70 persen untuk dosis keduanya baru Kepri yakni 85,6 persen. Kemudian, Kalimantan Timur 71,2 persen, Bangka Belitung (68,3 persen), dan Kalimantan Utara (65,9 persen). Sedangkan daerah-daerah luar Jawa sisanya masih di bawah 60 persen.

Tak hanya dosis pertama dan kedua, kata Menko Ekon, pemerintah juga memandang penting mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi dosis lanjutan atau booster dengan prioritas kelompok rentan, khususnya lansia dan komorbid.

Baca Juga: Tabuh Genderang Perang Lawan Omicron, Pemerintah Sesuaikan Aturan PPKM Level 3

“Dan, selanjutnya tentu vaksinasi ketiga perlu diakselerasi agar tidak terjadi (penyebaran) akibat daripada Omicron yang berpindah dari Jawa ke luar Jawa,” ujarnya menegaskan.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X