• Jumat, 20 Mei 2022

Kalangan LSM Minta Kejagung Evaluasi Kajati NTT Karena Bawahannya Diduga Memeras Kontraktor Sebesar Rp2 M

- Jumat, 28 Januari 2022 | 22:56 WIB

 

 

 



JAKARTA: Ketua Umum Forum Politik Indonesia, Tamil Selvan mendukung langkah Tim Satuan Tugas 53 (Satgas-53) Kejaksaan Agung guna mengungkap tindakan pidana terutama dilakukan oleh penegak hukum seperti dalam dugaan kasus pemerasan oleh seorang jaksa  pada akhir tahun lalu terhadap salah seorang kontraktor asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) senilai Rp2 miliar.

Menurut Tamil, perbuatan seperti mafia dilakukan oleh oknum jaksa merupakan fenomena gunung es.

 Ia meyakini, dugaan kasus tersebut tidak hanya dilakukan jaksa. Ia pun meminta jabatan diatasnya, yakni Kepala Kejaksaan Tinggi harus ikut bertanggungjawab.

"Kejaksaan Agung Jangan loyo, rakyat menjerit karena diperas oknum jaksa bukan urusan remeh temeh. Yang muncul ke permukaan itu baru ujung kuku, kami yakin ada aktor dibalik itu. Bukan hanya oknum jaksa, patut diduga, Kajati juga tahu," ujar Tamil Selvan di Jakarta, Jumat (28/1/2022).

"Agar menjadi efek jera bagi penegak hukum lainnya, harus ada tindakan tegas. Evaluasi Kajati NTT,  dan bongkar kasus ini sampai ke akarnya," kata Komunikolog ini.

Atas hal itu juga, Aliansi anti korupsi dan jaringan anti korupsi NTT menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Selasa (25/1/2022).

Koordinator Aliansi Rakyat Anti Korupsi Alfred Baun mengatakan, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT  harus bertanggung jawab atas perbuatan oknum jaksa, yang diduga memeras sang kontraktor.

"Tuntutan kami, Kajati NTT harus segera kembalikan uang kontraktor sebesar Rp2 miliar, yang diduga diperas oleh oknum jaksa," ujar Alfred.

Massa pun meminta Jaksa Agung segera mencopot Kajati NTT  dari jabatannya dan mengadili oknum-oknum jaksa nakal di NTT.

Sebelumnya, dalam rapat kerja Komisi III DPR RI dan Kejaksaan Agung (Kejagung), Arteria Dahlan menyinggung soal kasus OTT Jaksa di NTT, KM dan salah satu pengusaha, HT.

Arteria Dahlan juga menyebut bahwa Kajati NTT, merupakan jaksa tukang ancam dan bila masuk ke Dapilnya di Jawa Timur akan berurusan dengan Arteria Dahlan selaku Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur.

Sebagai informasi, nama Yulianto pernah moncer saat berurusan dengan bos MNC Hari Tanoesoedibjo terkait dugaan perkara SMS bernada ancaman.

Saat itu, Yulianto menjabat Kepala Subdirektorat Penyidik JAMPidsus Kejaksaan Agung. Yulianto juga pernah menangani kasus yang sempat menyeret namanya.

Sementara itu, Kajati NTT Yulianto dalam keterangan tertulis kepada wartawan mengatakan,  "Ketika orang itu tendensius (tak beretika dan rasis), dan tidak mau bertanya, nanti akan dipermalukan sendiri,” kata Yulianto.

Menurut Yulianto, sebagai anggota DPR RI yang memiliki hak imunitas, harusnya Arteria menanggapi kasus pengusaha yang kena OTT itu dengan etika atau menanyakan langsung perkara tersebut kepada Kejati NTT yang menanganinya. ***

Editor: Yon Parjiyono

Terkini

Kapolda Papua:Tidak Semua Orang Papua Tolak DOB

Kamis, 19 Mei 2022 | 15:55 WIB
X