• Jumat, 1 Juli 2022

Waduh Jumlah Siswa Yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Di SMA Warga Bertambah

- Jumat, 28 Januari 2022 | 15:08 WIB
Jumlah siswa dan guru di SMA Warga Solo yang terpapar virus Covid-19 bertambah (Endang Kusumastuti)
Jumlah siswa dan guru di SMA Warga Solo yang terpapar virus Covid-19 bertambah (Endang Kusumastuti)

"Penutupan sesuai aturan selama dua pekan tetapi kita melihat perkembangan juga karena yang terpapar ini semuanya OTG dan sudah divaksin semua sehingga mudah pulih," katanya.

Sebelumnya diberitakan di SMA Warga muncul klaster Covid-19. Kasus tersebut menjadi kasus pertama kali yang muncul setelah diselenggarakannya PTM 100 persen sejak awal Januari lalu.

Baca Juga: Dua Siswa Positif Covid-19, PTM Di SMPN 5 Ngawi Dihentikan

Sebelumnya sejumlah guru dan siswa di sekolah tersebut melakukan kegiatan di luar sekolah dengan mengunjungi tempat wisata di daerah Boyolali untuk mengambil gambar video sebaga materi lomba. Sepulang dari kegiatan tersebut salah satu guru yang mengajar seni dan budaya mersakan demam dan pusing. Kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit.

Kemudian pada hari Senin (24/1/2022) pihak sekolah mendapatkan informasi dari Puskesmas Purwodiningratan yang menjadi mitra SMA Warga jika yang bersangkutan terkonfirmasi positif.

Selanjutnya dilakukan tracing kontak dekat dari guru tersebut. Ada 12 siswa dan guru serta karyawan yang menjadi kontak dekat dengan guru yang bersangkutan. Mereka menjalani tes PCR di RS Bung Karno Solo, hasilnya 11 diantaranya positif Covid-19. Dari hasil tersebut dilanjutkan dengan tes PCR bagi 225 siswa dan guru serta karyawan dan hasilnya sembilan diantaranya positif Covid-19.

Baca Juga: Vaksin Booster Di Kota Solo Dimulai, Terbatas Baru 200 Dosis

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa meminta kepada kepala cabang dinas pendidikan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan PTM 100 persen di SMK dan SMA, karena untuk tingkat SMK dan SMA  bukan kewenangan Pemkot Solo.

"Yang SD dan SMP kan zonasi jadi kita lebih aman karena rumah tidak terlalu jauh dari sekolah. Tapi kalau di SMA dan SMK kami tidak memiliki kewenangan untuk memgatur," jelasnya.

Teguh juga menyayangkan semakin banyaknya siswa yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Waktu pulang dan saat berada di luar lingkungan sekolah, sulit untuk dipantau.

Halaman:

Editor: Endang Kusumastuti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN Berikan Dompet Sampah Gerobak Motor Listrik

Selasa, 28 Juni 2022 | 18:57 WIB

Kawasan Timur Indonesia Masuk Kawasan Hijau PMK

Senin, 27 Juni 2022 | 22:50 WIB
X