• Kamis, 26 Mei 2022

Soal Kembalikan Uang Ke KPK, Praktisi Hukum: Tak Menghapus Proses Hukum Ketua DPRD Kota Bekasi

- Jumat, 28 Januari 2022 | 00:02 WIB
Direktur LBH Benteng Perjuangan Rakyat Andi M. Yusuf, SH, MH. (FOTO: Dok/Suarakarya.id)
Direktur LBH Benteng Perjuangan Rakyat Andi M. Yusuf, SH, MH. (FOTO: Dok/Suarakarya.id)

BEKASI: Praktisi hukum Pidana Andi M. Yusuf menanggapi soal pengembalian uang Rp200 juta oleh Ketua DPRD Kota Bekasi Choiruman J. Putro ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, uang yang diduga gratifikasi itu yang diberikan melalui perantara Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi, tidak menghapus proses hukumnya.

"Sekalipun pelaku korupsi sudah mengembalikan uang korupsinya tetap saja pelaku bisa dipidana," kata Direktur LBH Benteng Perjuangan Rakyat itu.

Andi menjelaskan, hal ini ditegaskan dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menyatakan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara tidak menghapuskan pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 tahun 1999 dan telah diubah oleh UU Nomor 20 Tahun 2001.

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Saksi Kasus Walkot Bekasi, MAPAN: Bukti Keseriusan KPK

Di Pasal 2 setiap orang secara melawan hukum, melakukan perbuatan, memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi itu dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

Adapun Pasal 3 UU pemberantasan Tipikor itu penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun.

Dengan begitu, menurut Andi, tentunya KPK harus melakukan pengembangan kasus korupsi Rahmat Effendi. Apakah uang tersebut berkaitan dengan uang "Ketok Palu" atau lainnya. Jika terbukti, maka Ketua DPRD Choiruman akan diproses dari saksi hingga tersangka.

Baca Juga: LSM MAPAN: KPK Bisa Kembangkan Kasus Korupsi Lelang Jabatan Ke BUMD Bekasi

"Itu tergantung pengembangan KPK. Yang jelas, hal ini hanya menunggu waktu," tutur Andi kepada Suarakarya.id, Kamis (27/1/2022).

Halaman:

Editor: Dharma HG

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X