• Jumat, 27 Mei 2022

Dorong Pemulihan Sektor Pariwisata, Pemerintah Buka Travel Bubble Batam, Bintan - Singapura

- Rabu, 26 Januari 2022 | 14:47 WIB
Foto Ilustrasi: Airlangga dan Omicron (Kolase Kemenko Ekon dan Kemenkominfo.)
Foto Ilustrasi: Airlangga dan Omicron (Kolase Kemenko Ekon dan Kemenkominfo.)

JAKARTA: Pemerintah mendorong Travel Bubble antara Batam, Bintan dengan Singapura. Hal itu dilakukan untuk mendorong pemulihan ekonomi, terutama sektor pariwisata di Batam dan Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Demikian disampaikan Airlangga Hartarto dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara virtual, Senin (24/01/2024).

“Pintu masuk PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri) untuk travel bubble adalah (Terminal Feri) Nongsapura di Batam dan Terminal Feri Bandar Bentan Telani di Bintan,” ujar Airlangga yang ikut mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerja ke Pulau Bintan, Selasa (25/1/2022).

Penerapan kebijakan ini memungkinkan masuknya wisatawan asing (dari Singapura), namun hanya di kawasan tertentu dan terbatas. Sehingga, dapat menjaga pengendalian penyebaran Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan.

Ketentuan mengenai travel bubble tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tahun 2022 tentang 'Protokol Kesehatan PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri) Mekanisme Travel Bubble di Kawasan Batam, Bintan, dengan Singapura' yang mulai berlaku 24 Januari 2022.

Pelaksanaannya telah diatur dalam SK Gubernur Kepulauan Riau Nomor 201 Tahun 2022 tentang 'Kawasan Pariwisata dalam Skema Travel Bubble di Batam dan Bintan Provinsi Kepulauan Riau'.

Adapun ketentuan yang wajib diikuti oleh PPLN saat kedatangan antara lain harus sudah melakukan dua kali vaksin atau dosis lengkap, menunjukkan hasil negatif PCR maksimal 3 x 24 jam, serta memiliki visa/izin masuk lain sesuai peraturan, kecuali bagi warga negara asing (WNA) Singapura karena merupakan bagian dari ASEAN.

“Kemudian tentu ini harus terus dimonitor, dan mempunyai kepemilikan asuransi sebesar 30.000 dolar Singapura dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan Bluepass,” ujar Airlangga.

Lebih jauh Airlangga menegaskan bahwa pengelola kawasan juga wajib membentuk Satgas Penanganan Covid-19 Kawasan.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Terkini

X