• Jumat, 27 Mei 2022

Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Saksi Kasus Walkot Bekasi, MAPAN: Bukti Keseriusan KPK

- Selasa, 25 Januari 2022 | 17:12 WIB
Gedung Merah Putih KPK. (FOTO: Ist)
Gedung Merah Putih KPK. (FOTO: Ist)

BEKASI: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memeriksa Ketua DPRD Kota Bekasi Choiruman J. Putro di Gedung Merah Putih, di Jalan Rasuna Sahid, Jakarta Selatan pada Selasa (25/1/2022). Pemanggilan politisi PKS itu sebagai saksi kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmad Effendi.

Sebelumnya, lembaga antirasuah itu tengah fokus kepada kasus dugaan suap dan gratifikasi soal pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi. Kemungkinan mengarah ke DPRad Kota Bekasi masih dikembangkan. 

KPK sendiri telah menelisik sektor yang rawan korupsi diantaranya, saat penyusunan APBD maupun APBD-P hingga penyusunannya.

Baca Juga: LSM MAPAN: KPK Bisa Kembangkan Kasus Korupsi Lelang Jabatan Ke BUMD Bekasi

Dalam dugaan KPK, Pepen yang akrab dipanggil Rahmat Effendi, mengintervensi lokasi lahan ganti rugi yang telah diatur dalam APBD-P Tahun 2021 yang dianggarkan sekitar Rp.286,5 miliar.

Adapun ganti rugi proyek itu diantaranya pembebasan lahan sekolah di wilayah Rawalumbu senilai Rp21,8 miliar dan pembebasan lahan Polder 202 senilai Rp25,8 miliar.

Selanjutnya, pembebasan lahan Polder air di Kranji senilai Rp21,8 miliar dan melanjutkan proyek pembangunan gedung teknis bersama senilai Rp25 miliar.

Baca Juga: Mahasiswa Tutup Jalan Chairil Anwar, Aksinya Minta Copot Ketua DPRD Kota Bekasi

Menanggapi hal tersebut, Ketua MAPAN Firdaus Bach menanggapi positif pemanggilan Bang Choi yang akrab dipanggil Choiruman J. Putro. Ia menganggap, KPK serius dalam melakukan pengembangan kasus korupsi yang sedang terjadi di Kota Bekasi.

Halaman:

Editor: Dharma HG

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DKI Jakarta Dorong Layanan BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 27 Mei 2022 | 00:17 WIB
X