• Jumat, 27 Mei 2022

Dukungan Vaksin Kembali Datang Dari Jepang, Upaya Memutus Rantai Penyebaran Covid 19 Di Indonesia

- Jumat, 21 Januari 2022 | 22:51 WIB
Kementerian Kominfo Beri Contoh Perokes Yang Benar (Humas Kominfo)
Kementerian Kominfo Beri Contoh Perokes Yang Benar (Humas Kominfo)



SUARAKARYA.ID: Negara-negara sahabat ikut mendorong pemutusan penyebaran Covid 19 di Indonesia.

Karena itu masyarakat  bersama pemerintah harus bersinergi untukenghentikan penyebaran virus mematikan itu di negeri ini.

Seperti disampaikan pemerintah, masyarakat harus mau menerima vaksinasi Covid-19. Di samping harus menegakan protokol kesehatan (Prokes).
Baca Juga: Capaian Vaksinasi Covid 19 Di Papua Barat Rendah, Pihak Terkait Harus Dukung
Prokes seperti menggunakan masker makin ditinggalkan masyarakat.

Padahal sebenarnya penyebaran  Covid 19  masih berlangsung di Indonesia.

Indonesia kembali menerima bantuan vaksin dari pemerintah Jepang.
Pada kedatangan tahap ke-200 ini, vaksin yang tiba sebanyak 651.130 dosis vaksin AstraZeneca
pada Rabu (19/1/2022) jelang tengah malam.

Baca Juga: NKRI Harga Mati, TNI Takkan Mundur Selangkah Pun Meski Satu Anggotanya Gugur Ditembak KST Papua Di Maybrat
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika
Usman Kansong mengatakan, sebelumnya pada Selasa (18/1/2022) vaksin donasi pemerintah
Jepang juga tengah tiba di tanah air sebanyak 1.175.800 dosis vaksin AstraZeneca. Sebelumnya,
pada 2021, Pemerintah Jepang juga telah memberikan sekitar 4,15 juta dosis vaksin kepada
Indonesia.
"Pemerintah Indonesia sangat berterima kasih kepada Pemerintah Jepang atas hibah ini, yang
merupakan bagian dari komitmen Jepang untuk memberikan 2,72 juta dosis vaksin tambahan bagi

Baca Juga: Dugaan Penyalahguaan Dasa Desa Di Desa Tulehu - Ambon

Indonesia," ujar Usman, Kamis (20/1/2022).
Menurutnya, kerja sama ini merefleksikan dekatnya persahabatan antara masyarakat Indonesia
dan Jepang, yang terbukti terus berkembang, bahkan di masa-masa sulit seperti pandemi
Covid 19 saat ini. Donasi ini juga membuktikan eratnya hubungan kedua negara, serta besarnya
komitmen bersama untuk menangani pandemi Covid 19, khususnya di kawasan Asia.
Selain melakukan kerja sama dose-sharing, Usman juga mengatakan, sejak awal pandemi Jepang
juga telah memberikan dukungan lainnya bagi Indonesia guna mengatasi pandemi dan
meningkatkan ketahanan kesehatannya.
"Dukungan tersebut antara lain dalam bentuk bantuan obat-obatan seperti Avigan dan mobile
x-ray, serta berbagai dukungan lainnya melalui organisasi internasional," ujarnya.

Baca Juga: Nusantara Nama Ibu Kota Indonesia Yang Baru Di Kalimantan, Diharapkan Segera Operasional
Usman menegaskan, kerja sama antar negara-negara di dunia sangatlah penting dalam upaya
penanganan Covid-19. Indonesia juga berpartisipasi dalam upaya pengembangan dan transfer
pengetahuan vaksin Covid-19 untuk kawasan Asia Pasifik.
"Indonesia juga berperan aktif dalam upaya menyetarakan akses vaksin bagi negara-negara di
dunia," ujarnya.

Di dalam negeri, lanjutnya, Indonesia terus melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi.

Dengan kondisi geografis dan banyaknya jumlah penduduk, merupakan tantangan tersendiri untuk
bisa segera mencapai terbangunnya herd immunity atau kekebalan kelompok.

Usman menekankan, dibutuhkan kerja sama dan peran serta semua elemen agar program
vaksinasi nasional ini bisa semakin cepat dan luas.

Dan yang terpenting adalah peran serta dan
partisipasi masyarakat.

"Indonesia sebagai tuan rumah G20 pada tahun 2022 ini, menyatakan akan mengejar target
setidaknya 70% penduduknya telah divaksinasi pada tahun ini. Untuk itu, ketersediaan vaksin
sangatlah penting," kata Usman.

Usman mengungkapkan, kebutuhan vaksin juga bertambah seiring pemberian vaksin booster gratis
dan berjalannya program vaksinasi untuk anak. Meski kebutuhan meningkat, dia memastikan,
pemerintah berkomitmen untuk memastikan adanya ketersediaan vaksin bagi masyarakat.

Baca Juga: Warga Bangga Pemerintah Makin Banyak Rekrut Pemuda Papua Jadi Anggota Polri, Kurangi Pengangguran
Di sisi lain, masih menurut Usman, peningkatan kewaspadaan juga dilakukan seiring
bermunculannya kasus varian Omicron yang telah masuk ke Indonesia. Karenanya, pemerintah tak
lupa mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

"Peningkatan kewaspadaan termasuk dengan meningkatkan lagi disiplin pelaksanaan protokol
kesehatan, dan segera vaksinasi apapun jenis vaksinnya" ujar Usman. ***

Sumber: Kementerian Kominfo

Halaman:

Editor: Yacob Nauly

Tags

Terkini

X