• Jumat, 9 Desember 2022

Bahas Potensi Ancaman Pertahanan Negara, Kepala Bakamla Hadiri Rapim Kemhan 2022

- Jumat, 21 Januari 2022 | 09:25 WIB
Foto: Humas Bakamla RI
Foto: Humas Bakamla RI

JAKARTA: Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia menghadiri Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan tahun 2022 yang berlangsung di Lapangan Urip Sumohardjo Kemhan, Jl. Medan Merdeka Barat No. 13-14, Jakarta Pusat, Kamis (20/1/2022).

Rapat pimpinan Kemhan 2022 dipimpin oleh Menhan Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto mengambil tema "Konsolidasi Pembangunan kekuatan Pertahanan Negara".

Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto dalam sambutannya mengatakan Rapim Kemhan ini merupakan kegiatan yang strategis karena melalui kegiatan inilah akan disampaikan kebijakan strategis pertahanan negara dalam penyelenggaraan pertahanan negara tahun 2022

Rapim Kemhan ini merupakan kegiatan yang strategis karena disinilah akan disampaikan kebijakan pertahanan negara yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pertahanan negara tahun 2022. Lebih jauh melalui Rapim Kemhan ini diharapkan adanya sinergitas koordinasi lebih erat lagi demi kelancaran dan suksesnya tugas-tugas kita kedepan.

Lebih lanjut dikatakannya, dari skala geografis negara Indonesia terletak di indopasifik yang memiliki letak strategis yang sangat dinamis. Indopasifik merupakan kawasan yang mempertemukan kekuatan besar dunia Yakni AS, Jepang, Rusia dan The New super power Tiongkok. Indopasifik diposisikan sebagai hak dari interaksi negara-negara tersebut yang berada di kawasan baik secara bilateral maupun multilateral.

Dikatakannya, perkembangan lingkungan strategis baik regional maupun nasional sangat dinamis dan kompleks sehingga memunculkan berbagai ancaman baik militer, non militer maupun hibrida yang diprediksi masih akan mengancam kepentingan nasional kita dimasa mendatang.

Ancaman militer diperkirakan masih berpotensi muncul dan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer bisa berbentuk ancaman kekuatan militer asing, atau kekuatan bersenjata dari dalam negeri seperti konflik terbuka, perang konvensional, pelanggaran wilayah perbatasan darat laut maupun udara, separatisme, dan lainnya.

"Kebijakan pertahanan negara harus mampu dan menjadi solusi dalam menghadapi ancaman yang mungkin ditimbulkan dari dinamika lingkungan strategis nasional, regional maupun global," kata Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto.

Mengakhiri sambutannya Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto memberikan atensi, diantaranya, pertama kita harus tingkatkan kesiapan dan profesionalisme pertahanan keamanan untuk penanganan terorisme, radikalisme, Sakratalisme, bahaya laten yang ada, bencana alam, bantuan kemanusiaan dan tugas visi perdamaian dunia. Kedua, kita harus perkuat kerja sama pertahanan dan keamanan dengan negara-negara ASEAN dan negara lainnya dalam rangka menciptakan saling percaya.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Terkini

Didirikan Masjid Darurat untuk Korban Gempa Cianjur

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:26 WIB

Kemnaker Buka Akses Pemagangan ke Korea

Minggu, 4 Desember 2022 | 04:32 WIB
X