• Jumat, 27 Mei 2022

Pemerintah Melalui Kemenag Hentikan Sementara Pengriman Jamaah Umrah Ke Arab Saudi, Sambil Pantau Situasi

- Senin, 17 Januari 2022 | 05:28 WIB
Himan Dirjen Haji Kemenag (Kemenag)
Himan Dirjen Haji Kemenag (Kemenag)

SUARAKARYA.ID: Pemerintah melalui Kementerian Agama RI, menghentikan sementara pengiriman jamaah umrah ke Arab Saudi karena memperting sejumlah aspek yang mengancam jamah.

Pemerintah pasti akan mengevaluasi skema one gate policy sambil memantau situasi perkembangan varian Omicron di Indonesia dan Arab Saudi. Hal itu seperti yang dikabarkan Kementerian Agama RI di Jakarta yang disiarkan dari Jakarta Minggu (16/1/2022).

Kementerian Agama akan mengkaji konsep OGP seluruhnya dengan dan terus memantau perkembangan ang ada di Indonesia dan Arab Saudi. Dikatakan perkembangan varian Omicron hingga masih dipantau di beberapa negara.

 Baca Juga: Anggota Polres Sorong Masuk Keluar Pelosok Jemput Warga Penerima Vaksinasi Covid 19

Dijelaskan di masa pandemic ini ppemberangkatan jamaah umrah sudah 8 hari sejak 8 Januari 2022. Jumlah jamaah yang diberangkatkan berjumlah 1.731 melalui Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede Jakarta.

Dijelaskan, skema OGP mewajibkan seluruh jamaah umrah yang tiba di Asrama Haji Pondok Gede langsung melakukan penapisan (screening) kesehatan dan kelengkapan dokumen.

Ia menjelaskan jamaah umrah yang berangkat 8 Januari akan kembali ke Indonesia tanggal 17 Januari 2022. Sekembalinya jamaah ke Indonesia, Kemenag akan mengevaluasi serta melihat ada atau tidaknya jamaah yang terdeteksi Omicron.

"Jamaah umrah akan diberangkatkan sampai tanggal 15 Januari 2022 dan kita coba hentikan sementara dalam rangka evaluasi," kata Hilman, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag.

Baca Juga: Vaksin Booster Meningkatkan Perlindungan Kepada Masyarakat Agar Kebal Terhadap Serangan Omicron

Hilman mengatakan penyelenggaraan umrah hampir sama seperti perjalanan ke luar negeri. Kemenag hanya berperan memfasilitasi persiapan pemberangkatan, sementara yang berperan lebih banyak adalah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

"Jadi di sini yang berperan swasta dan ini menjadi B to B (Bisnis to Bisnis). Ditjen PHU tidak bisa ikut mengatur lebih, artinya visa diajukan ke Arab Saudi melalui vendor dan jika memenuhi syarat maka bisa berangkat dan sangat jauh berbeda dengan penyelenggaraan haji, Kemenag berperan ikut mengendalikan dari seluruh prosedur atau proses yang dilakukan jamaah haji," kata dia.

Usai menggelar evaluasi dengan kementerian terkait, Kemenag akan memutuskan apakah akan kembali memberangkatkan atau menghentikan sementara perjalanan umrah.

Kemenag  mendorong PPIU untuk lebih perlahan mengirim jamaah, jangan terlalu banyak, jangan dilakukan secara dadakan dan kami akan segera mengumumkan hasil evaluasi. Sekali lagi bahwa mekanisme buka tutup ini dilakukan seiring perkembangan Omicron di Indonesia dan Arab Saudi. ***

Editor: TJ Rubiyanto

Tags

Terkini

X