• Minggu, 3 Juli 2022

Bisnis NFT Kian Marak, Dirjen Dukcapil Ingatkan Selfie dengan KTP-el Rentan Penipuan Oleh Pemulung Data

- Minggu, 16 Januari 2022 | 21:17 WIB
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan, terdapat hal penting yang perlu disikapi pada zaman digital yang semakin berkembang pesat  (Kemendagri)
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan, terdapat hal penting yang perlu disikapi pada zaman digital yang semakin berkembang pesat (Kemendagri)

JAKARTA: Hati-hati melakukan selfi dengan menampilkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) secara bersama-sama. Hal ini rentan sangat rentan mengundang atau dimanfaatkan “pemulung data” yang melakukan tindakan fraud/penipuan/kejahatan.

Peringatan itu dilontarkan oleh Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh dalam mengomentari fenomena bisnis digital melalui Non Fungible Token (NFT) di berbagai situs online akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan.

Bahkan kian marak utamanya setelah foto selfie seorang WNI yang bernama Ghozali menjual foto selfie-nya melalui media OpenSea, dan dihargai begitu mahal sebagai bentuk apresiasi seni.

Dirjen Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan, zaman digital yang semakin berkembang pesat dan maju saat ini, harus terus didukung oleh semua kalangan, untuk menuju Indonesia yang semakin kreatif, inovatif dan hebat.

"Agar Indonesia semakin di depan, terus menuju ekonomi baru yang dapat bersaing dengan negara-negara modern yang juga telah menerapkan digitalisasi dalam layanan publiknya," kata Dirjen Zudan Arif Fakrulloh dalam pernyataan resmi di Jakarta, Minggu (16/1/2022), seperti dipantau dari situs kemendagri.

Namun, Zudan mengingatkan, terdapat hal penting yang perlu disikapi dalam era ekonomi baru yang serba digital tersebut. Yaitu, adanya fenomena orang menjual foto dokumen kependudukan, seperti KTP-el, Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran. Atau melakukan foto selfie dengan dokumen kependudukan seperti KTP-el di sampingnya yang jelas terlihat/terbaca data diri, dan pribadinya dengan harapan dapat diverifikasi dan divalidasi (verivali) oleh media online tempat transaksi jual beli guna menghasilkan rupiah.

"Menjual foto dokumen kependudukan dan melakukan foto selfie dengan dokumen KTP-el di sampingnya untuk verivali tersebut sangat rentan adanya tindakan fraud/penipuan/kejahatan oleh ‘pemulung data’ atau pihak-pihak tidak bertanggung jawab karena data kependudukan 'dapat' dijual kembali di pasar underground atau 'digunakan' dalam transaksi ekonomi online seperti pinjaman online," kata Dirjen Zudan.

Ketidakpahaman penduduk terhadap pentingnya melindungi data diri dan pribadi menjadi isu penting yang harus disikapi bersama-sama oleh semua pihak.

"Oleh karena itu, edukasi kepada seluruh masyarakat oleh kita semua untuk tidak mudah menampilkan data diri dan pribadi di media online apapun sangat perlu dilakukan."

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: kemendagri.go.id

Artikel Terkait

Terkini

Plt Tri Adhianto Resmikan UMKM Madani Di Bekasi

Minggu, 3 Juli 2022 | 00:12 WIB
X