• Minggu, 4 Desember 2022

Lagu Batak Ujuni Ngolukhon Berisi Peringatan Untuk Anak agar Peduli Orangtua Semasa Hidup

- Selasa, 27 September 2022 | 16:48 WIB
terus berjuang sampai renta. Namun adakalanya sebelum sempat menikmati keberhasilan anak-anaknya, orangtua yang kurang beruntung meninggal untuk selama-lamanya
terus berjuang sampai renta. Namun adakalanya sebelum sempat menikmati keberhasilan anak-anaknya, orangtua yang kurang beruntung meninggal untuk selama-lamanya

 

 

SUARAKARYA.ID:  Bagi masyarakat Batak, lagu Ujuni Ngolukhon sudah tidak asing lagi. Hampir semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orangtua hafal dengan lagu ini. Makna yang terkandung di dalam lagu ini sungguh sangat dalam, menggugah hati siapapun yang mendengarnya. Bahkan bisa-bisa tidak terasa air mengalir dari pelupuk mata.

Lagu Ujuni Ngaolukhon  menembus pasar blantikan musik Batak di Tanah Air bagai dijadikan seperti lagu wajib dalam setiap acara atau pesta orang Batak. Yang mendasarinya karena berisikan petuah.

Setiap kita berharap dapat merawat ayah, ibu selama masih hidup. Tidak itu saja, berharap pula dapat  berbuat yang terbaik kepada orangtua sebelum orangtua tersebut  meninggal. “Saat hiduplah berbuat yang terbaik kepada orangtua. Itulah nasehat ibu kepada  anak-anaknya. Nasehat itulah yang  terngiang manakala mendengar  lagu Ujuni Ngolukhon.

Namun setiap kita (manusia) boleh bermimpi, bercita-cita dan berharap yang indah-indah penuh harmoni. Namun kehendak DIA-lah yang jadi. Cita-cita ketika masih hidup sangat susah tak sempat direalisasikan karena orangtua yang dicintai dan dikasihi sudah keburu tiada manakala hidup anak-anaknya sudah lebih baik bahkan berkecukupan.

Baca Juga: Airlangga Puji Mbah Muqoyyim: Dakwahnya Persuasif, Kedepankan Kasih Sayang, Anti Kekerasan

Ternyata pencipta lagu ini pun, Denny Siahaan, mengalami hal yang hampir sama. Manakala melejit lagu karya Denny ini, dia justru  menyimpan kesedihan di hati. Sang Ibunda br Situmeang dipanggil sang pencipta mendahului Ayah yang sudah sakit-sakitan. Peristiwa memilukan itu terjadi pada tahun 2002.

 “Setiap saya mendegar lagu tersebut, saya sedih, di dalam benakku terlintas kenapa Ibu saya tidak sempat mendegarkan lagu ini. Suksesnya lagu ini berkat nasehat orangtua saya khususnya Ibu saya yang selalu menasehati saya. Bagimu ibu, lagu ini tercipta,” demikian Denny pada suatu kesempatan. Kehidupan Denny yang sangat sederhana, profesi sebagai seorang jurnalis dan penyiar di radio RRI Sibolga belumlah cukup untuk menyenangkan orangtuanya sebagaimana diharapkannya.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramalan Shio Kambing Tahun 2023

Minggu, 4 Desember 2022 | 14:53 WIB

Lirik Lagu Tua Tua Keladi - Anggun C Sasmi

Minggu, 4 Desember 2022 | 14:03 WIB

Lirik Lagu Natal Seribu Lilin Herlin Pirena dan Nikita

Minggu, 4 Desember 2022 | 09:36 WIB

Ramalan Shio Naga Tahun 2023

Sabtu, 3 Desember 2022 | 22:17 WIB

Lirik Lagu Tak Ingin Sendiri Dian Piesesha

Sabtu, 3 Desember 2022 | 22:11 WIB

Lirik Lagu Aku Milikmu (Malam Ini) Pongki Barata

Sabtu, 3 Desember 2022 | 21:08 WIB

Lirik Lagu Merenda Kasih Kahitna

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:41 WIB

Lirik Lagu Menanti Kahitna

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:21 WIB

Lirik Lagu Tak Mampu Mendua Kahitna

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:11 WIB

Lirik Lagu Tentang Diriku Kahitna

Sabtu, 3 Desember 2022 | 09:04 WIB

Lirik Lagu Engga Ngerti Kahitna

Sabtu, 3 Desember 2022 | 08:51 WIB

Lirik Lagu Berpisah dari Kerispatih

Jumat, 2 Desember 2022 | 23:35 WIB
X