• Selasa, 25 Januari 2022

Isu Sensitif

- Senin, 3 Januari 2022 | 17:26 WIB

 

Oleh: Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi

Pasti umat terusik terkait kasus sedekah di sebulan terakhir 2021 lalu. Betapa tidak isu ini sangat sensitif karena menyangkut ibadah dan kabarnya jamaah – umat yang muncul di media cukup banyak dan berasal dari semua lapis, termasuk tentu kelas menengah – bawah.

Bahkan, sejumlah testimoni akhirnya muncul di banyak kanal Youtube dan pasti publik bisa dengan mudah mencari pembenaran dan eksplorasi dari kasus sedekah yang benar-benar viral di sebulan terakhir 2021. Oleh karena itu, menarik dicermati dibalik kasus sedekah ini sehingga diharapkan bisa secepatnya dicarikan solusinya dan pastinya tidak ada satupun yang merasa dirugikan atau disalahkan, apalagi dikambinghitamkan. 

Kilas balik dari mencuatnya kasus sedekah tidak bisa terlepas dari salah persepsi umat tentang sedekah itu sendiri. Setidaknya dalam Al Quran sudah menjelaskan secara rinci apa, bagaimana dan juga mengapa sedekah penting dilakukan. Beberapa ayat itu misal QS  Az Zariyat 19:

“Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta”. Setiap harta jelas ada hak yang harus diberikan kepada orang lain sehingga ini menegaskan arti mensucikan harta. Selain itu,  QS Al Baqarah 245: “Siapakah yang memberi pinjaman kepada Allah SWT, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT), maka Allah SWT akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah SWT menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya kamu dikembalikan”. Hal ini memberikan gambaran bahwa sedekah itu mereduksi persepsian pelit bagi pelakunya.

Ayat lain yang menarik di QS Al Baqarah 261: “Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang  menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan 7 bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji Allah SWT melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah SWT Maha luas karuniaNya lagi Maha mengetahui”. Bisa jadi ayat ini yang kemudian melenakan yang juga memicu salah persepsi dari umat karena diyakini bahwa semua sedekah akan bisa langsung diganti secara berlimpah - berlipat dalam bentuk materi dan uang atau semua yang bersifat duniawi. Pahala dari sedekah bisa dikonotasikan dengan banyak hal, mulai dari keduniawian dan juga banyak aspek, termasuk misalnya kesehatan dan kenikmatan hidup – kehidupan, termasuk dalam hal ini nikmat bersyukur atas semua anugerah-Nya.

Ironisnya, ada umat yang terbuai dari persepsian ayat tersebut sehingga persepsian yang diterima akhirnya salah kaprah dan dikiranya semua sedekah identik dengan investasi. Perlu diluruskan bahwa sedekah dan investasi itu jelas berbeda karena sedekah haruslah murni semata-mata beribadah kepada Allah SWT dan mencari ridho-Nya, sedangkan investasi semata-mata mencari profit dengan harapan return terbaik dan terbesar serta dalam tempo secepatnya. Sedekah juga berkepentingan dengan jalinan umat untuk bisa memberikan manfaat secara kemaslahatan sedangkan investasi jelas berkepentingan dari aspek finansial dan kapitalisasi sebagai bagian dari industrialisasi.

Di satu sisi, investasi membutuhkan jaminan kepastian di masa depan untuk pengamanan dana investasinya, di sisi lain investasi juga membutuhkan regulasi yang ketat, termasuk tentu keterlibatan OJK dan otoritas terkait karena berkaitan dengan dana pihak ketiga dan juga trust. 

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

7.840 Orang Di Jakarta Positif Covid-19 Dirawat Di RS

Sabtu, 22 Januari 2022 | 21:10 WIB

Pihak RS UKI Hati-Hati Tanggapi Demo PKL

Rabu, 19 Januari 2022 | 10:43 WIB
X