• Selasa, 25 Januari 2022

Target Pertumbuhan 5,2% Tahun 2022 Bergantung Pengendalian Pandemi

- Minggu, 2 Januari 2022 | 21:00 WIB

Oleh Airlangga Hartarto

Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2% tahun 2022 akan dapat dicapai dengan catatan kondisi kesehatan masyarakat stabil dan nilai ekspor naik signifikan karena harga komoditas juga sedang tinggi. Target ini sejalan dengan proyeksi sejumlah lembaga internasional seperti Internasional Moneter Fund - IMF sebesar 5,9%, Organisation for Economic Co-operation and Development - OECD (5,2%), dan World Bank (5,2%). 

Tentu momentum ini harus dilihat dalam 6 bulan pertama dulu untuk bisa memutuskan kebijakan selanjutnya. Bagaimanapun pertumbuhan ekonomi tahun 2022 tetap akan bergantung pada keberhasilan pengendalian pandemi. Khususnya, terkait dukungan disiplin masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan ,(prokes), menjalankan vaksinasi, dan membatasi kerumunan.

Kemudian, tergantung pula respon kebijakan ekonomi yang tepat dari sisi fiskal dan moneter serta penciptaan lapangan kerja dan kesiapan bertransformasi. Engine (mesin) yang membuat ekonomi nasional bergerak adalah capaian maksimal APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), investasi yang memenuhi target, serta konsumen dan sektor industri yang pulih.

Satu lagi engine yang penting adalah digitalisasi. Kalau tahun 2020 valuasinya mencapai 40 miliar dolar AS, tahun 2021 meloncat ke 70 miliar dolar AS, dan tahun 2025 diperkirakan akan naik lagi ke 130 miliar dolar AS. Bagaimanapun  transformasi digital harus didorong karena dijalankan oleh anak-anak muda yang akan menjadi backbone perekonomian ke depan.

Di sisi lain, sejumlah risiko tetap harus diwaspadai agar tidak menganggu momentum pemulihan ekonomi ke depan. Risiko tersebut di antaranya kenaikan harga energi dan inflasi, disrupsi, krisis Evergrande di Tiongkok, dan normalisasi kebijakan moneter negara maju. Krisis keuangan Evergrande, raksasa properti China akibat gagal bayar (default) bisa berimbas pada pertumbuhan ekonomi global, termasuk bagi Indonesia.

Tahun 2021 adalah tahun yang berat, tetapi solusinya dapat ditemukan, yakni  melalui inovasi dan sikap optimisme. Jadi, bekal untuk 2022 adalah terus berinovasi, optimis, dan berupaya keras untuk maju. Di lain pihak, dalam beraktivitas taat prokes menjadi kunci, di samping melakukan booster vaksin.

Ekonomi Pulih

Perekonomian Indonesia sendiri diprediksi tumbuh di atas 5% pada Triwulan IV-2021 dan 3,7% sampai dengan 4.0% secara tahun penuh 2021. Prediksi ini diperkirakan akan tercapai karena berbagai indikator utama dalam perekonomian nasional telah menunjukkan perbaikan.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Terkini

7.840 Orang Di Jakarta Positif Covid-19 Dirawat Di RS

Sabtu, 22 Januari 2022 | 21:10 WIB

Pihak RS UKI Hati-Hati Tanggapi Demo PKL

Rabu, 19 Januari 2022 | 10:43 WIB
X