• Kamis, 8 Desember 2022

Dugaan Korupsi Di BUMN, Masyarakat Anti Mafia Unjuk Rasa Di KPK

- Selasa, 7 Desember 2021 | 17:41 WIB
Unjuk rasa koalisi masyarakat anti mafia di BUMN di Gedung KPK. (Istimewa)
Unjuk rasa koalisi masyarakat anti mafia di BUMN di Gedung KPK. (Istimewa)

JAKARTA: Puluhan orang yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Anti Mafia BUMN, Selasa (7/12/2021) mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan Jakarta Selatan. Kedatangan mereka untuk melaporkan adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh Thohir Brother (TB).

"Kontrak di BUMN  antara PT RI dengan PT PAU berpotensi merugikan merugikan keuangan negara sebesar Rp2 triliun," kata koordinator aksi, Ahmad Fikri, di depan Gedung KPK, Selasa (7/12/2021).

Ahmad menjelaskan Koalisi Masyarakat Anti Mafia BUMN akan mengantarkan bukti bukti dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh TB ( ET dan BT ). Dalam  Kontrak antara PT RI dengan PT PAU.

"Ada beberapa bukti yang kami serahkan dalam laporan kami ke KPK," kata Ahmad.

Ahmad menilai, selama ini Kontrak di BUMN banyak merugikan BUMN , salah satu adalah Kontrak antara PT RI dengan PT PAU berpotensi merugikan merugikan keuangan negara sebesar Rp2 triliun, karena tidak melakukan pembayaran biaya proyek kepada perusahaan BUMN lainnya.

"Hal ini terkait pembangunan proyek Pabrik Amonia Banggai di Kabupaten Luwu, Sulawesi Tengah," tegasnya.

Dia juga menuturkan jika PT PAU sendiri dikendalikan PT SESSA di mana kakak ET merupakan salah satu pemegang sahamnya. BT juga tercatat sebagai presiden komisaris PT PAU.

"Kami meminta KPK terbuka dalam menangani kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hampir Rp 2 Triliun ini," tutuh Ahmad.

Sementara itu di tempat terpisah,  Ketua Koordinator BUMN Wacth Naldi N Haroen mendukung Koalisi Masyarakat Anti Korupsi BUMN yang melaporkan  PT PAU kepada KPK agar diusut tuntas.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

Jelang Natal Harga Bahan Pangan di Jakarta Terkendali

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:59 WIB
X