• Sabtu, 20 Agustus 2022

Ratusan Korban  Gagal Bayar KSP Indosurya Minta Bantuan Jaksa Agung

- Senin, 6 Desember 2021 | 07:14 WIB
Ratusan orang korban gagal bayar Koperasi Indosurya kecewa  karena berkasnya yang dilimpahkan oleh Mabes Polri ke Kejaksaan tak kujung lengkap P21.
Ratusan orang korban gagal bayar Koperasi Indosurya kecewa karena berkasnya yang dilimpahkan oleh Mabes Polri ke Kejaksaan tak kujung lengkap P21.

JAKARTA: Ratusan  orang korban Koperasi Indosurya kecewa karena  sebelumnya kasus sempat mandek di Mabes Polri setelah "demo pocong" viral di media, kasus berjalan kencang dan  berkasnya dilimpah ke Kejaksaan Agung.

Namun tampaknya Kejaksaan Agung dianggap mempersulit dengan taktik P19. Sudah dua kali berkas perkara di limpahkan Mabes Polri ke Kejaksaan Agung. Tetapi nyatanya setiap dilimpah selalu dikembalikan ke kepolisian,  dan minta penuhi petunjuk.

Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm  Sugi menilai maraknya oknum aparat penegak hukum membuat keadilan sulit didapat di Indonesia.

"Pidana penipuan massal yang dilakukan terhadap ribuan korban dan kerugian belasan triliun, tidak kunjung di P21 oleh Kejagung, namun infonya perkara terhadap advokat yang dikriminalisasi dan sudah sidang hingga putusan MA dan Incracth mau di sidangkan kembali oleh Kejaksaan.

"Bagaimana masyarakat mau menilai Kejaksaan bersih. Ternyata Jaksa Agung RI kalah dengan Henry Surya, kekuatan uang masih mengalahkan kekuasaan dan kewenangan, karena faktanya kekuasaan dan kewenangan dapat dibeli,"  katanya.

H, seorang korban Indosurya yang dirugikan puluhan miliar menyatakan, hanya LQ Indonesia Lawfirm yang gencar mendorong kasus Indosurya.

"Saya jadi klien LQ setelah menghubungi di nomor 0817-489-0999. Berkat perjuangan LQ melalui demo pocong, berkas mandek di Mabes sudah berjalan sejak April 2021, namun kini jelas mandek di Kejagung. Sulitnya mencari keadilan di Indonesia," ucapnya.

Korban Indosurya lainnya, Daniel juga menyatakan kekecewaannya, "Kenapa Negara Indonesia bisa kalah sama Penjahat kerah putih? Kasus serupa di Amerika dengan kriminal penipuan ponzi scheme, Bernard Maddoff, tanpa tunggu lama ditahan dan disidangkan.

Ini Henry Surya malah plesiran di Bali dengan uang korban yang menderita kesulitan hidup. "Jaksa Agung Pak Burhanudin tolong periksa anak buahnya jangan ada yang main perkara, mustahil perkara sepele yang sama kejadian dengan Asabri dan Jiwasraya, justru mandek di pemenuhan berkas lengkap tanpa ada campur tangan oknum  pejabat Kejaksaan, " katanya.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

X