• Selasa, 9 Agustus 2022

Sentimen Pandemi

- Senin, 5 Juli 2021 | 00:01 WIB

 

 

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, SE, MSi

Pandemi setahun terakhir berdampak sistemik terhadap semua sector.  Tidak terkecuali  sektor bursa juga terdampak. Oleh karena itu pemberlakuan PPKM darurat pada 3-20 Juli juga dipastikan berdampak terhadap semua sektor tanpa terkecuali.

Meski demikian, ada juga sejumlah sektor yang mendapatkan berkah dari pandemi termasuk misalnya saham di bidang kesehatan dan farmasi. Bahkan indeksnya terkesan moncer setahun terakhir.

Yang menarik dicermati meski indeks meradang, tetapi saham farmasi justru mengalami perbaikan kinerja. Data BEI untuk saham PT Kalbe Farma naik 1,23%, saham PT Kimia Farma menguat 52,6%, saham Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul terkerek 0,81%, termasuk saham BUMN farmasi lain yaitu PT Indofarma naik 72,99%, PT Tempo Scan Pacific naik 2,42% dan saham PT. Darya-Varia Laboratoria naik 2,79%.

Imbas situasi ini Kalbe Farma mengekspor ke Korsel bahan baku sehingga menjadi peluang memacu ekspor lebih banyak lagi ke Korsel karena Korsel merupakan negara kedua terbanyak terserang corona setelah China. Potensi ini juga harus diwaspadai terutama menyangkut peluang masa depan.

Di sisi lain, industri bahan baku jamu dalam negeri juga mendapat nilai positif dibalik situasi ini. Artinya, ada dualism di balik sebaran corona ini yaitu ada yang mendapat keuntungan sementara di sisi lain ada juga yang mendapat kerugian.

Mencermati situasi indeks yang terkoreksi maka otoritas BEI dan OJK memberi peluang bagi emiten melakukan buyback. Kementerian BUMN telah memberi penegasan untuk melakukan buyback atas 12 BUMN dengan nominal Rp.8 triliun.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa SH

Terkini

Digelar Lomba Kicau Burung Pra Piala Gubernur DKI

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 06:53 WIB

Diluncurkan Rumah Sehat Untuk Masyarakat Jakarta

Rabu, 3 Agustus 2022 | 14:14 WIB
X