• Minggu, 27 November 2022

Polisi, Demokrasi dan Kemanusiaan

- Jumat, 18 Juni 2021 | 13:02 WIB

Karena itu,  postur kepolisian dalam era demokrasi ini sudah bukan zamannya lagi mengedapankan sepatu laras dan ototnya dalam menghadapi kekuatan massa. Mobokrasi – sistem kekuasaan yang mengedapankan kekerasan – sudah out of date dan kontraproduktif secara citra bagi lembaga Polri.
 
Kebutuhan asasi itu tak lepas dari dari “tagline” kaum  Bhayangkara sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Itulah peran mendasar kepolisian dalam sistem keamanan nasional. Tagline ini  di satu sisi  memerlukan sikap dan tindakan tegas sebagai aparatur keamanan. Di sisi lain mau tak mau harus mengendepankan dimensi kemanusiaan. Menggandeng dua hal itu  di lapangan 
 sering diperhadapkan dilema. 
 
Tapi inilah urgensi up grading para apartur penegak hukum. Programnya haruslah meliputi kecakapan teknis selaku aparat keamanan. Juga, harus cakap secara intelektual sejalan dengan kecanggihan model kejahatan yang berkembang. Dan satu lagi yang sangat krusial di era demokrasi ini pengembangan kecerdasan emosi (emotional question).

Kami yakin, Polri sudah memiliki program strategis itu. Tinggal megartikulasikannya secara praksis. Dan Jend. Polisi Listyo Sigit Prabowo, sejak diangkat sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021, sudah menegaskan, profesionalisme kepolisian tetap dipertahankan, bahkan akan terus dikembangkan sesuai tuntutan zaman. 

Namun, dalam penegakkannya, Kapolri saat ini juga menegaskan akan selalu menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan. Porli ke depan harus berwajah humanis. 

Itulah sebabnya, belum lama ini  atas nama kepentingan kemanusiaan beliau memberlakukan restorative justice untuk kasus kasus ringan. 

Tidak semua kasus warga negara seperti pencemaran nama harus diselesaikan secara hukum (peradilan). Peneyesaian secara kekeluargaan juga merupakan proses penegakan hukum yang lebih berpedeman pada prinsip-prinsip kekeluargaan yang sarat dengan dimensi kemanusiaan. 
 
Atas nama kepentingan kemanusiaan itu pula, Kapolri banyak melakukan komunikasi produktif dengan sejumlah elitis. Langkah ini dinilai efektif dalam membangun kesepehaman dalam upaya mencegah riak-riak social yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan.
 
Selamat dirgahayu Bhayangkara. Tagline sebagai pelindung dan pengayom masyarakat jika diterapkan secara pasti akan membuahkan jatidiri Polri yang berwibawa, berdedikasi dan kian dicintai. 

Penulis: Praktisi Hukum 
 
 
 

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

Pj Gubernur Heru: Soliditas Tiga Pilar Jaga Kamtibmas

Rabu, 23 November 2022 | 22:09 WIB

Dorong Kesejahteraan Pekerja, DKI Lanjutkan KPJ

Jumat, 18 November 2022 | 16:04 WIB
X