• Selasa, 16 Agustus 2022

Anggaran BNPP Rendah, DPR: Operasi SAR Terancam Terhambat

- Sabtu, 5 Juni 2021 | 14:58 WIB
Anggota DPR RI Komisi V , Sigit Sosiantomo.
Anggota DPR RI Komisi V , Sigit Sosiantomo.

JAKARTA: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) hanya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1, 96 Triliun di tahun 2022. Pagu indikatif yang jauh dari pagu kebutuhan sebesar Rp5, 18 Triliun tersebut dikhawatirkan akan menghambat operasi SAR ditahun 2022.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo,Sigit menilai pemerintah kurang selektif dalam mengatur anggaran  yang harus diprioitaskan. 

"Saya prihatin dengan anggaran BNPP ini. Dari kebutuhan Rp5, 18 Triliun hanya diberi pagu indikatif sebesar Rp1, 96 Triliun di 2022. Ada backlog Rp 3,2 Triliun. Belum lagi jika nanti ditengah perjalanan ada refocussing anggaran. Bahaya ini. Ngeri sekali kalau operasi SAR (search and rescue) terhambat karena masalah kekurangan anggaran, " Kata Sigit dalam keterangannya, Sabtu (5/6/2021).

Menurut Sigit, politik anggaran pemerintah seharusnya diprioritaskan untuk keselamatan anak bangsa. Terlebih Indonesia termasuk dalam 35 negara yang rawan terhadap bencana.

"Presiden sendiri bilang kalau kita masuk dalam 35 negara yang rawan bencana. Seharusnya, politik anggarannya juga memprioritaskan perlindungan terhadap rakyatnya. Tapi kenapa anggaran BNPP kecil sekali sementara setiap tahun BNPP harus melakukan ribuan operasi SAR. Sampai Mei ini saja, BNPP sudah melakukan 770 operasi SAR di seluruh Indonesia." Kata Sigit. 

Minumnya anggaran BNPP dikhawatirkan akan berdampak pada respon time upaya pencarian dan pertolongan bagi korban kecelakaan hingga bencana. Tak hanya itu, kekurangan anggaran juga dikhawatirkan akan mengganggu jumlah petugas untuk operasi SAR. 

"Jangankan  bisa meningkatkan pelayanan dengan memperpendek waktu tanggap bencana (respons time), untuk kegiatan operasi SAR otomatis akan terganggu karena pengurangan anggaran ini berdampak juga pada kurangnya jumlah SDM untuk operasi SAR dan pengawakan sarana. Dan semua target restra BNPP bakal sulit terpenuhi, salah satunya soal respons time, " Kata Sigit. 

Untuk itu, Sigit berharap dalam pembahasan  anggaran nanti ada kesepakatan dengan pemerintah untuk menambah alokasi anggaran BNPP. 

“Seharusnya alokasi anggaran untuk BNPP ditambah, minimal tidak terlalu jomplang dengan pagu kebutuhannya agar operasi SAR tidak terhambat," Kata Sigit. ***

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

PT Fajar Paper Terus Terapkan Ekonomi Sirkular

Kamis, 11 Agustus 2022 | 23:21 WIB
X