• Selasa, 28 Juni 2022

Mayday : Polisi Siap Halau Massa Berkerumun Peringati Hari Buruh

- Jumat, 30 April 2021 | 17:03 WIB

JAKARTA: Satgas Penanganan Covid-19 meminta Polri menindak tegas semua aktivitas atau kegiatan yang melanggar ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  mikro. Termasuk mengantisipasi kegiatan yang berpotensi memicu kerumunan seperti aksi turun ke jalan saat perayaan hari buruh pada setiap 1 Mei yang populer disebut May Day.

"Penting diketahui, segala betuk kegiatan yang melanggar PPKM Mikro akan ditindak pihak Kepolisian sesuai ketentuan yang berlaku," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito.

Sementara Kapolda Metro Irjen Fadil Imran melalui Kabid Humas PMJ Kombes Yusri Yunus menegaskan pihaknya tegas akan menindak kerumunan atau aksi yang mengarah berkumpulnya massa. PMJ telah menyiapkan personil untuk menghalau kerumunan terkait hari buruh atau Mayday, Sabtu (1/5/2021).

Seperti biasa, saat May day kaum pekerja melakukan aksi turun kejalan untuk merayakan hari buruh setiap 1 Mei, dengan berorasi untuk menyampaikan aspirasi di depan umum.Tetapi Satgas Penanganan Covid-19 meminta Polri dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi kegiatan yang potensi menimbulkan kerumunan massa.

"Saya meminta kepada siapapun yang ingin melakukan aktivitas hari buruh internasional, untuk betul-betul mempertimbangkan berbagai konsekuensi yang terjadi, seperti potensi penularan Covid-19 yang dapat terjadi," tegas Prof Wiku Adisasmito.

Selain itu, Satgas juga meminta Polri mengusut tuntas para oknum yang terlibat dalam kasus pemalsuan hasil tes rapid antigen di Bandara Kualanamu Medan (Sumatera Utara) dan mafia karantina di Bandara Soekarno - Hatta (Tangerang, Banten). Kasus ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi para petugas di lapangan, agar tidak bermain-main dengan nyawa manusia.

Terkait kasus mafia karantina di Bandara Soetta, Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM telah melarang masuknya Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan dari India dalam kurun waktu 14 hari terakhir. Kemudian instruksi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kepada kepala kantor kesehatan pelabuhan di seluruh Indonesia, agar meningkatkan pengawasan para pelaku perjalanan dari India.

"Apabila ada yang berani melanggar aturan yang berlaku, Satgas memastikan kepolisian akan menindak tegas para pelakunya sebagai konsekuensi atas perbuatannya," tegas Prof Wiku.

Update covid-19 di DKI

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

Pj Bupati Bekasi Apresiasi Bantuan Rutilahu BUMD

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:18 WIB
X