• Minggu, 27 November 2022

Sekjen Kemendagri Sebut Walkot Hendi : Role Model Akselerasi Pembangunan

- Sabtu, 7 Maret 2020 | 23:59 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyambut senior nya, Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo saat menjadi pembicara utama Rakornis Pendapatan Daerah Wilayah I di Semarang,
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyambut senior nya, Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo saat menjadi pembicara utama Rakornis Pendapatan Daerah Wilayah I di Semarang,

SEMARANG: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) Hadi Prabowo mengapresiasi success story Kota Semarang yang bertransformasi menjadi kota besar semakin berubah lebih baik dan maju cukup pesat.

“Dulu Semarang kaline (sungainya-red) banjir, sekarang tidak. Kota Semarang menggeliatnya luar biasa,” kata Sekjen Hadi Prabowo di acara Rapat Koordinasi Teknis Pendapatan Daerah Wilayah I di PO Hotel, Semarang, Kamis (5/3/2020)

Orang kedua di Kemendagri ini mengaku mengapresiasi kinerja Pemkot hasil besutan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau publik mengenal dengan sebutan Hendi telah sukses meningkatkan APBD dari Rp 1,8 Triliun naik pesat menjadi Rp 5,2 Triliun. Satu lonjakan yang signifikan dari achievement seorang pemimpin daerah. 

“Ini menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, sampai evaluasi APBD Kota Semarang sangat bagus dan bisa menjadi referensi peserta atau daerah yang lain,” ungkap Hadi yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekda Pemprov Jateng ini.

Menurut birokrat tulen dan berkarir dari mulai akar rumput menjadi Lurah ini. Semarang dianggapnya sebagai kota mandiri dan sukses menoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sendiri. Bahkan PAD Kota Semarang lebih besar dari dana transfer pusat.

“Pemerintah memiliki Pekerjaan Rumah (PR) mengedukasi masyarakat. Pajak dan retribusi tujuannya bukan untuk memberatkan masyarakat,” ujar mantan Penjabat Gubernur Sumsel dan Kalteng ini.

Caranya, lanjut dia, dengan membuktikan kepada wajib pajak bahwa mereka benar-benar mendapatkan timbal balik, sehingga pemerintah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

"Jangan sampai ada aset yang dibiarkan tanpa menghasilkan. Barang Milik Daerah bisa dikerjasamakan dengan Bangun Guna Serah, atau bentuk lainnya,” kata alumni Fisip Undip dan alumni PPSA Lemhannas ini. 

Sekjen Hadi mengingatkan pemerintah daerah juga harus responsif dan reaktif dalam upaya meningkatkan pendapatan, serta harus mengenali potensi di daerahnya.

Halaman:

Editor: AG. Sofyan

Terkini

Pj Gubernur Heru: Soliditas Tiga Pilar Jaga Kamtibmas

Rabu, 23 November 2022 | 22:09 WIB

Dorong Kesejahteraan Pekerja, DKI Lanjutkan KPJ

Jumat, 18 November 2022 | 16:04 WIB
X