Satgas Bakal Basmi Habis Kawanan Penjahat Illegal Fishing

- Selasa, 17 September 2019 | 21:47 WIB
Plt Jampidum Ali Mukartono dalam Rakornas Satgas Illegal Fishing
Plt Jampidum Ali Mukartono dalam Rakornas Satgas Illegal Fishing

JAKARTA: Potensi maritim Indonesia yang besar jika dieksplorasi dan dieksploitasi secara maksimal, akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tetapi saat ini potensi sumber daya laut tersebut justru telah “dirampok dan dinikmati” oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, baik di dalam maupun luar negeri.

Hal itu dilontarkan Plt Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung  Ali Mukartono SH MH mewakili Jaksa Agung dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Illegal (Illegal Fishing) di Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Mendasari kenyataan yang merugikan itu, penegakan hukum yang kuat, tegas, dan profesional merupakan kebutuhan mutlak dalam rangka mengukuhkan supremasi kewibawaan, kedaulatan, dan hukum di laut Indonesia. Hal itu untuk memastikan terciptanya pemberdayaan potensi maritim guna mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia dalam upaya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Hal ini pasti menimbulkan kejahatan yang sangat kompleks, karena tindak pidana perikanan memiliki karakter khusus jika dibandingkan dengan kejahatan konvensional yang terjadi di darat. Tindak pidana perikanan juga acapkali dilakukan secara lintas sektor dan lintas negara, bahkan dalam praktiknya dilakukan tidak hanya oleh orang-perorangan, namun juga berkembang secara masif dan terorganisir yang melibatkan korporasi baik di dalam maupun di luar negeri.

Kompleksitas itu mendorong pemerintah membentuk Satgas 115 yang komponennya terdiri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI AL, Polri, Kejaksaan Agung, Badan Keamanan Laut, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi dan PT Pertamina. Kehadiran Satgas 115 mengintegrasikan kekuatan antarlembaga pemerintah untuk memberantas tindak pidana perikanan secara sinergis.

Sebagai salah satu unsur Satgas 115, Kejaksaan memiliki posisi sentral dan strategis selaku pemegang asas dominus litis dalam bidang penuntutan, yang merupakan poros dan filter antara proses penyidikan dan proses pemeriksaan di persidangan sekaligus pengendali penanganan perkara pidana. Dengan demikian, Kejaksaan turut bertanggungjawab untuk memastikan proses penegakan hukum melalui penanganan perkara tindak pidana yang efektif dan efisien.

Dalam rangka mengoptimalkan tuntutan tindak pidana perikanan, Kejaksaan senantiasa memperhatikan hal-hal yang prinsipil dan mendasar. Pertama, tuntutan pidana yang diajukan diupayakan seoptimal mungkin untuk memenuhi rasa keadilan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Kedua, tuntutan yang diberikan harus mempunyai efek jera bagi para pelaku, sehingga mampu menciptakan dampak pencegahan terhadap orang lain untuk melakukan tindak pidana serupa. Berikutnya, menghindarkan adanya disparitas tuntutan pidana terhadap perkara sejenis untuk mencegah timbulnya opini yang merugikan citra Kejaksaan akibat adanya disparitas tuntutan yang berbeda antara terdakwa yang satu dengan terdakwa lain dalam perkara sejenis.

“Tidak itu saja, tuntutan pidana harus dijatuhkan secara proporsional, objektif berdasarkan pertimbangan yang disesuaikan dengan kualifikasi perkara. Dengan demikian, tuntutan pidana tidak semata mengedepankan semangat retributif atau pembalasan semata tetapi juga memperhatikan aspek korektif dan rehabilitatif yang memberikan kemanfaatan”, ujar Plt Jampidum.

Ali Mukartono juga menjelaskan bahwa Kejaksaan telah melakukan upaya perbaikan dalam regulasinya dengan cara memperbaharui berbagai petunjuk teknis terkait dengan menerbitkan Peraturan Jaksa Agung (Perja) Nomor: PER-028/A/JA/10/2014 tanggal 1 Oktober 2014 tentang Pedoman Penanganan Perkara Pidana dengan Subjek Hukum Korporasi.

Halaman:

Editor: B Sadono Priyo

Terkini

Info Cuaca dari BMKG, Jabodetabek Cerah Hari ini

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:40 WIB

Hujun Ringan Guyur Jabodetabek Sore ini

Selasa, 24 Januari 2023 | 13:29 WIB

Pondok Cina di Kota Depok, Riwayatmu Kini

Senin, 23 Januari 2023 | 10:08 WIB
X