• Selasa, 16 Agustus 2022

Dirjen IKMA Sebut Omzet Penjualan IKM Naik 700 Persen Lewat e-Smart IKM

- Minggu, 1 September 2019 | 17:59 WIB
Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih.
Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih.

JAKARTA: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan sebanyak 10 ribu pelaku IKM dari berbagai sektor dapat masuk ke pasar online melalui program e-Smart IKM selama periode tahun 2017-2019. Mereka terdiri atas sektor industri makanan dan minuman, logam, furnitur, kerajinan, fesyen, herbal, kosmetik, serta industri kreatif.

"Hingga saat ini, animo peserta cukup tinggi, dengan jumlah peserta yang mengikuti workshop e-Smart IKM telah mencapai sekitar 9.000 pelaku usaha," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Ditambahkan Gati, total nilai transaksi e-commerce dari seluruh IKM tersebut, mencapai Rp2,3 miliar. Dari jumlah ini, sebanyak 31,87 persen atau sekitar Rp755 juta berasal dari sektor industri makanan dan minuman.

Program e-Smart IKM yang diinisiasi Kemenperin sejak dua tahun lalu itu sudah menjalin kerja sama dengan para pelaku e-commerce di Indonesia, seperti BliBli, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia.

"Kami terus mendorong pelaku IKM nasional mampu menembus pasar ekspor di tengah era digital atau maraknya perdagangan elektronik (e-commerce)," terangnya.

Menurut Gati, transformasi digital dari proses jual beli konvensional menjadi jual beli online yang semakin marak di Indonesia, menjadikan e-commerce sebagai tantangan sekaligus menjanjikan potensi yang besar pula.

Omzet penjualannya pun meningkat signifikan. "Dari pengakuan mereka minimal naik 7 kali lipat. Minimal, karena banyak juga yang lebih," katanya.

Gati pun berharap e-commerce akan menjadi gerbang bagi pelaku IKM untuk melakukan transformasi digital dengan menggunakan alat promosi digital, sistem informasi digital, pembayaran digital, serta manajemen relasi dengan pelanggan secara digital.

Melihat kenyataan tersebut, peningkatan kemampuan infrastruktur telekomunikasi, internet, dan data adalah sebuah keharusan. Apalagi, Indonesia mempunyai potensi yang besar seiring dengan semakin berkembangnya penggunaan internet pada masyarakat.

Halaman:

Editor: Laksito Adi Darmono

Terkini

PT Fajar Paper Terus Terapkan Ekonomi Sirkular

Kamis, 11 Agustus 2022 | 23:21 WIB
X