• Sabtu, 25 Juni 2022

Ragam Kegiatan Bakal Semarakkan Sanur Village Festival 2019

- Jumat, 16 Agustus 2019 | 15:56 WIB

BALI: Sanur Village Festival 2019 segera digelar. Tahun ini, kegiatan tersebut akan berlangsung tanggal 21-25 Agustus mendatang. Ada banyak keseruan yang bisa dinikmati wisatawan. Termasuk sederet makanan lezat yang tersaji di sana. Semua akan fokus di satu lokasi: Pantai Sanur.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Sanur Village Festival (SVF) sudah memasuki tahun ke-14. Di antara acara-acara yang menggembirakan, akan ada Fiesta Kuliner. Berbagai vendor hadir untuk menjual makanan, mulai dari jalanan hingga menu-menu hotel dan restoran bintang 5.

“Akan ada bazaar makanan lezat, serta pertunjukan seni dan budaya tradisional. Termasuk sendratari kolosal atau balet tradisional Bali,” ujarnya, Jumat (16/8/2019)

Tak hanya itu, pesta seni kontemporer juga dihadirkan. Meliputi seni lukis tubuh, pameran seni dan fotografi, ukiran buah, dan masih banyak lagi. Bahkan, panitia juga akan mengelar Lomba Pariwisata Olahraga. Mencakup lari maraton, futsal, tenis, golf, selancar, memancing, dan kapal tradisional.

“Tak kalah seru, yaitu Festival Layang-layang Internasional. Masyarakat bisa menikmati keindahan layang-layang dengan bergabai bentuk, ukuran dan warna. Biasanya, peserta lokal akan menampilkan layang-layang tradisional khas Bali. Namun, peserta dari daerah lain atau dari mancanegara akan punya banyak kreasi menarik yang sayang dilewatkan,” ungkapnya.

SVF juga akan menyoroti aksi lingkungan. Seperti penanaman karang, pelepasan bayi penyu atau tukik ke laut, pembersihan pantai, penanaman bakau, dan kegiatan pendidikan kesadaran lingkungan lain. Termasuk kampanye hidup hijau yang melibatkan penduduk lokal dan wisatawan.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) Ida Bagus Sidharta mengatakan, SVF 2019 akan mengusung tema Darmaning Gesing. Atau secara harfiah dapat diartikan sebagai kewajiban berbuat baik terhadap bambu. Sebab, bambu merupakan jenis tanaman yang paling banyak digunakan masyarakat Bali dalam kehidupan sehari-hari.

“Bambu juga mengandung unsur penting bagi kehidupan masyarakat di Bali. Baik dari spiritual, membuat layang-layang, dan lain-lain. Hampir di setiap upacara keagamaan, bambu parti digunakan,” terangnya.

Sidharta menambahkan, bagi masyarakat Bali, bambu memiliki filosofi yang kuat dan mendalam. Keunggulan bambu dibanding tanam lain, menjadi spirit dan semboyan hidup bagi masyarakat Bali.

Halaman:

Editor: Yon Parjiyono

Terkini

X